Showing posts with label single. Show all posts
Showing posts with label single. Show all posts

Salah satu lagu miliknya Grow Rich yang berjudul 'Kawan Lama' sudah bisa kalian dengarkan!

No comments

Tuesday, June 04, 2019


kawan-lama-lagu-milikya-Grow-Rich-sudah-bisa-kalian-dengarkan

Grow Rich; Mini album terbaru Grow Rich yang bertajuk 'Frantic Semantic EP' rencananya akan dirilis pada 4 Juni mendatang. Namun hari ini salah satu lagu yang berjudul 'Kawan Lama', dari EP tersebut sudah dapat kalian didengarkan, lagu tersebut .

Di lagu 'Kawan Lama', musik, lirik, vokal, bass dan gitar digarap oleh Abdur Rahim Latada, Arya Gilang Laksana (Dead Vertical) isi drum. Sampai pada detik 1.05 sampai selesai semua seksi gitar pada lagu 'Kawan Lama' diisi oleh Pandu Fuzztoni (Morfem, zzuf, The Adams).

'Kawan Lama' miliknya Grow Rich bisa kalian dengarkan pada tautan dibawah ini:



*

Pada Saatnya single terbaru dari Sisilia Virgana

No comments
pada-saatnya-single-terbaru-dari-silsilia-virgana-kepsir-com

Sisilia Virgana;
Setelah memukau lewat We Love ABC, anak-anak keluarga Virgana sekarang siap mempersembahkan single terbaru dari Sisilia Virgana berjudul 'Pada Saatnya'.

Musik : Sisilia Virgana, Satria Virgana
Lirik : Ricky Virgana
Sisilia Virgana - Vocal, Cello, Synthesizer, Glockenspiel
Satria Virgana - Electric Guitar, Noise
Ricky Virgana - Bass
John Navid - Drums
Direkam oleh Ricky Virgana di Vakansi Studio
Mixing oleh Zaindra Putra di Vakansi Studio
Mastering oleh Zaindra Putra di Vakansi Studio
Artwork oleh Kamaratih @_kamaratih
Diproduksi oleh Kaimana Records di Jakarta pada April 2019
Dirilis pada 30 Mei 2019

'Pada Saatnya' tersedia di sejumlah toko musik digital.





Power metal dari Singapore, Coup de Grâce rilis single baru

No comments

Monday, June 03, 2019


power-metal-dari-singapore-coup-degrace--rilis-single-baru


Coup de Grâce; Sudah hampir setahun sejak merilis EP debut mereka, Interitus, dan band power metal progresif Singapura ini kembali dengan suara dan dinamisme baru. Pada 1 Juni 2019, Coup de Grâce Feed Your Mind dari album mendatang "Traumatize".



More Information:
Facebook: CDG.METAL



Suar : tentang Tuhan dan pertanyaan yang tak hendak dijawab dari Polka Wars

No comments

Sunday, June 02, 2019


Polka Wars;Setelah mengeluarkan double-single; Rekam Jejak dan Mapan serta single Mandiri pada akhir 2018, Polka Wars kembali dengan single terbaru mereka berjudul 'Suar'. Polka Wars menunjukkan kekuatan eksplorasi masing-masing personilnya, Karaeng Adjie, Billy Saleh, Xandega Tahajuansya dan Giovanni Rahmadeva. Melalui 'Suar', Polka Wars mensyaratkan bahwa album terbaru mereka 'Bani Bumi' bukan proyek individu tetapi karya kolektif di mana setiap personil dapat mengekspresikan keterampilan menyanyi mereka dan membuat lirik yang kuat.

'Suar' adalah single yang terdapat di album terbarunya, Bani Bumi. 'Suar' sendiri ditulis oleh sang drummer Giovanni Rahmadeva, melalui refleksi pribadinya.

Doc. Polka Wars

“(Suar berkisah) tentang hubungan manusia yang berhenti untuk meminta. “Mengenai keengganan manusia untuk meminta dan meminta lagi karena tidak bisa mencerna mana yang merupakan obat mana yang merupakan racun, dan mana yang merupakan jawaban mana yang merupakan ujian,” kata Deva.

Suar dimaknai sebagai sikap pasrah menerima keadaan sekaligus melihat bagaimana Tuhan dan semesta bekerja.

“Tak hanya itu Suar juga merupakan pengingat bahwa manusia memerlukan momen untuk berhenti sejenak dan membiarkan angin membawa kita kemana Ia inginkan. Suar ialah titik netral dari sebuah perjalanan, di mana seorang manusia memilih untuk ‘netral’ dan bersandar pasrah terombang-ambing gelombang tenang dalam samudera yang luas,” tutup Deva.

Awalnya, Suar merupakan lagu "pelengkap" album Bani Bumi. Tetapi Lafa Pratomo sang produser memandang berbeda terhadap lagu tersebut.

Lafa melihat potensi besar dari Suar yang sebelumnya tidak masuk dalam radar sebagai lagu andalan.

“Namun saya tidak pernah sepakat akan pernyataan itu, karena sejak awal mendengar, saya mendengar embrio magis dari Suar, hanya perlu dibiarkan tumbuh saja,” ujar Lafa.

Polka Wars juga mengajak Sandrayanti Fay untuk berkolaborasi membawakan singel ini.





Roster terbaru Sun Eater, Aldrian Risjad, menebar debut single "Milk Candy"

No comments

Thursday, May 30, 2019


Aldrian Risjad;
Bernaung di bawah label independen Jakarta, Sun Eater, penyanyi muda Aldrian Risjad menebar debut single berjudul "Milk Candy". Tembang perdana "Milk Candy" diproduseri oleh Baskara Putra yang sebelumnya sukses meramu .Feast dan proyek solo terkini - Hindia milik sang vokalis.

Ada cerita sendu di balik lagu yang Aldrian Risjad tulis ini. Sebuah kisah pilu sebagai pribadi yang pernah mengalami masa broken home ketika kecil. “Sejak kecil gue broken home. Saat orang tua gue berantem dan memutuskan untuk berpisah, di pikiran gue waktu itu adalah memberi mereka permen susu agar mereka berdamai. Seperti yang gue lihat di salah satu iklan televisi. Namun sayangnya hal tersebut akhirnya tidak tercapai, dan itu masih membekas di memori gue,” turut Aldrian Risjad dalam siaran pers yang kami kutip.

Selain latar belakang lagu yang coba diangkat olehnya, komposisi dari materi musik milik Aldrian Risjad memiliki warna lain sebagai pembeda jika pendengar ingin membandingkannya dengan fenomena solois-solois lain yang menjamur belakangan ini. Elemen rock yang kuat dan padu, Aldrian dengan cermat mencuri telinga khalayak. Kekuatan vokal Aldrian, apik bersanding dengan musik rock modern yang membalutnya. Meski perlu ditempa untuk mengamen dahulu dari panggung ke panggung sebagai sarana pemulas, menempa agar menjadi mental solois rock yang ciamik di kemudian hari.

Proses perekaman debut single "Milk Candy" dikerjakan di Soundpole Studio, dengan bantuan produser dan sound engineer; Wisnu Ikhsantama. Begitu juga dengan sesi mixing dan mastering. "Milk Candy" nantinya sudah direncanakan menjadi bagian dari album mini perdan Aldrian Risjad yang masih digarap dan akan dirilis dalam waktu dekat ini. Untuk departemen visual dikerjakan oleh Mikael Aldo dan Baskara Putra dari Sun Eater.

"Milk Candy" yang dirilis oleh label rekaman Sun Eater pada 17 Mei 2019 lalu sudah dapat pendengar nikmati di seluruh layanan musik masa kini.



Tanayu lepas single perdana di tahun 2019 berjudul Together

No comments

Monday, May 27, 2019

tanayu-lepas-single-perdana-berjudul-together




Tanayu,
Mungkin sudah cukup lama perjalanan Tanayu dalam meniti karir di industri ini. Namun segala pasang surut yang ia lewati tak setetes pun menggerus semangatnya untuk bermusik. Karena membuat karya musik bukan sekedar kebutuhan eksistensi atau materi bagi dirinya. Bermusik adalah kebutuhan jiwanya. Sekuat apapun waktu menuntun jalannya, ia akan belajar dan tumbuh di dalamnya.

Lagu ini mulai ditulis tahun 2018 lalu. Di tengah malam ditengah-tengah percakapannya di dalam kamar. Mendengar cerita yang ia dengar dari pasangannya malam itu tiba-tiba kalimat “of all the man I’ve loved before, you’re the only I give forever” bersamaan rangkaian melodinya. Kemudian ia ke kamar mandi (kamar mandi selalu menjadi saksi banyak karya Tanayu). Merekam lagu yang baru saja muncul dalam pikirannya ke dalam voice note, kemudian ia mengirimkannya sahabat baiknya yang sudah ia kenal sejak lama, yang saat ini akhirnya menjadi produser dalam banyak lagu-lagunya, Bagusikalisasi Setiap kali menulis lagu, Tanayu selalu punya visi tentang komposisi musik agar rasa dalam karyanya tersampaikan. Kemudian ia menyampaikannya kepada Bagusikalisasi, lalu mereka menuangkannya di dalam studio di rumah Bagusikalisasi.

Dalam imajinasinya ia berharap lagu ini menjadi teman dalam perjalanan pulang setiap kali kita merindukan rumah. Atau setiap kali kita membutuhkan ruang yang tenang dan hangat, lagu ini membuat kita memejamkan mata dan membawa kita beberapa saat ke dimensi yang indah dan penuh kedamaian.

Hari Jumat, 17 Mei 2019 lalu, Tanayu akhirnya merilis single baru berjudul, TOGETHER. Single ini akan menjadi pembuka jalan bagi single-single selanjutnya dalam tahun ini, yang rencananya akan menjadi sebuah album. Ia tidak ingin menjelaskan lebih jauh apa isi dari lagu ini. Karena menurutnya, lagu ini bukan hanya tentang dirinya. Dia berharap lagu ini mampu mengetuk hati nurani pendengarnya dengan interpertasinya sendiri.




Merayakan frustasi bersama Morisade melalui single bertajuk “Dalam”

No comments

Sunday, May 26, 2019

Doc. Morisade
Morisade, sebuah band alternatif asal Malang yang baru terbentuk 2018. Warna musik mereka begitu kaya, secara gamblang disebut pop akan tetapi jika disimak secara seksama mereka berusaha menyatukan beberapa aliran musik. Kekayaan musik mereka didapat karena keempat personil, Fahim (Vocal, Guitar ), Munim (Guitar), Mayedha (Bass), dan Nugie (Drum) memiliki influence musik yang berbeda.

Setiap manusia memiliki impian yang ingin diwujudkan, sebesar apapun skalanya, tak ada impian manusia yang boleh kita sepelekan. Namun sayangnya kita dituntut untuk menjadi sebagaimana keinginan orang lain. Hiruk pikuk impian dan tuntutan sosial membuat kita sesak. Jika tidak hidup dengan memilih jalan impian, otak kita akan merasakan sakit dan melumpuh dengan sendirinya. Morisade, melalui “Dalam” mencoba menyampaikan riuhnya kerumitan hidup tersebut.

Doc. Morisade - Dalam / Artwork

Intro dibuka dengan gebukan drum yang energik nan unik. Disusul suara gitar dan bass yang masuk berdampingan, membuat ruang kepala kita seakan sesak oleh ambient yang terwujud di awal lagu. Lalu, kita akan dibawa ke ruangan lain ketika memasuki bagian chorus menyelimuti kedinginan akan kesedihan. Namun seolah kita diajak melarikan diri dari kejengahan tersebut, atau bahkan makin merekatkan punggung kita pada sandaran dan tak ingin kemana-mana.

Tanpa ada kata “dalam” pada liriknya, pendengar diajak untuk berefleksi dengan inner self-nya masing-masing, lagu ini juga mengingatkan kita untuk menghargai mimpi setiap manusia. Ya, “Dalam” ingin menyampaikan pesan bahwa hidup yang jauh dari impian adalah hal yang menyesakkan. Namun meratap dan berdiam diri justru lebih menakutkan, karena pikiran dan imaji meronta-ronta dari dalam, menuntut sebuah pergerakan.

Morisade - Dalam, telah tersedia di semua platform musik favoritmu dan dalam bentuk video lirik yang bisa diakses di kanal Youtube Morisade atau kaian juga bisa simak langsung di bawah ini :



More information:
Instagram : morisade.music
Twitter : morisademusic
Youtube : Morisade Official
Spotify : Morisade



NMDN ft. Prue, luncurkan single terbarunya yang berjudul “Trouble”

No comments

Tuesday, April 30, 2019


NMDN ft. Prue;

NMDN ft. Prue, luncurkan single terbarunya yang berjudul “Trouble”

Setelah berhasil menang kompetisi MTV Asia Aloft Star Project bersama Mr. Headbox, tidak lantas membuat NMDN (dibaca Nomaden) puas, setelah di tahun lalu mengeluarkan single berjudul Blame bersama Jelita, kini ia kembali mengeluarkan single terbarunya yang berjudul “Trouble” bersama seorang penyanyi belia berbakat bernama Prue.

Mengambil tema cinta yang diyakini memiliki keterkaitan dengan banyak orang lagu ini bercerita mengenai kisah seseorang yang belum bisa berpindah ke lain hati, meskipun mantan kekasihnya bukanlah orang yang terbaik untuk dirinya. Sebuah kisah yang pernah dirasakan oleh banyak orang di muka bumi ini. Tapi maksud dari lagu ini sendiri bukanlah mebuat pendengarnya terlarut dalam kesedihan, namun sebagai penyemangat untuk memperbaiki suasana hati seperti sediakala.

Meskipun lagu ini memiliki makna yang mendalam namun dengan genre yang dipilih oleh NMDN yaitu future funk dan house lagu ini tetap danceable bila didengarkan. Di bawah naungan port fork sebuah label independent yang berasal dari Jakarta lagu yang berdurasi 3:18 ini sudah bisa didengarkan di layanan pemutar music digital kesayangan anda pada tanggal 26 April 2019 mendatang.

Kenal NMDN lebih dekat,
Instagram : nmdnmusic
Twitter : nmdnmusic
Soundcloud : nmdnmusic

Kenal Prue. lebih dekat,
Instagram : pdjonoputro



kepsir.com 



Thedyingsirens merayakan Hari Valentine dengan "TTTM"

No comments

Saturday, February 16, 2019



Februari adalah bulan yang spesial untuk Thedyingsirens, karena pada Februari Thedyingsirens merilis beberapa single seperti ByeBye (2010), Lovely Eyes (2011), Semua Itu Butuh Waktu (2015) dan The One (2017). Dan untuk kolektif yang rajin meluncurkan podcast setiap hari Jumat di Spotify, tampaknya tradisi merilis single di bulan Februari akan berlanjut. Pada 14 Februari 2019, Thedyingsirens telah merilis single baru berjudul "TTTM".

"TTTM" merupakan lagu yang dibuat oleh Pugar Restu Julian (Uga) dari sebuah puisi pendek milinya. Berceritakan keadaan yang sering terjadi sekarang ini. Ketika persahabatan menjadi lebih dari sekadar persahabatan, ingin melangkah lebih jauh tetapi tidak ada kepastian.

Lagu "TTTM" dibawakan untuk pertama kalinya oleh proyek musikalisasi puisi SirensRia, kombinasi Thedyingsirens (Uga dan Dhendy) dan NonaRia (diwakili oleh Nanin dan Yasintha). Pada waktu itu, SirensRia bermain di saat peluncuran buku puisi Gratiagusti Chananya Rompas (Anya) "Kota Ini Kembang Api". Sirensia membawa 3 puisi milik Anya yang dijadikan musikalisasi puisi juga "TTM". Setelah itu, "TTTM" diubah dari format akustik ke format band di Thedyingsirens.



Artwork "TTTM" sendiri dikerjakan oleh Amiiko, yang secara tidak sengaja bertemu ketika Thedyingsirens tampil pada peluncuran pameran seni "Xyclo", yang menampilkan 7 perupa muda di Studio Hanafi pada 2018. Amiiko adalah salah satu dari 7 perupa muda tersebut. Ketika melihat karya dari Amiiko, langsung tercetus kalau Thedyingsirens harus berkolaborasi dengan Amiiko, dan ternyata ketika Amiiko mendengar lagu "TTTM", dia menyukai lagu itu dan akhirnya terciptalah artwork "TTTM".

Produksi lagu "TTTM" dikerjakan sejak 2017 lalu, dengan lagu-lagu lain yang rencananya dirilis dalam album pada 2019. Drum diisi oleh Raveliza, gitar oleh Dhendy Mawardi dan Pugar Restu Julian, vokal oleh Pugar Restu Julian dan Rini Harsono, sementara bass,  mixing dan mastering oleh Pronky.

Lagu "TTTM" sudah bisa didengarkan di saluran musik digital seperti Spotify, Apple Music, Joox, Deezer, dan lain sebagainya.




kepsir.com 

Valentine kelabu, Desy Edhar perkenalkan diri lewat single ‘Distraction’

No comments

Friday, February 15, 2019


Desy Edhar, solois baru dari Samarinda. Memanfaatkan momen hari valentine untuk merilis lagunya yang kontra dengan nuansa hari kasih sayang ini.


Banyak orang akan memanfaatkan hari valentine untuk dijadikan momen tertentu. Dan bagi Desy Edhar, ini adalah momen yang bagus untuk memperkenalkan diri dengan melepas single perdananya yang cukup kontra dengan nuansa hari kasih sayang ini.

Desy Edhar dikenal aktif sebagai gitaris grup musik pop/jazz asal Samarinda, Aphrodite. Berawal dari fase down dalam hidupnya, ia mulai menulis lagu-lagu sendu yang kemudian diunggah ke Soundcloud.

'Distraction' selanjutnya adalah lagu yang dipilih untuk digarap lebih serius dengan dibantu oleh Arie Wardhana (Backstage Studio) sebagai music producer, Desy Edhar menguatkan sisi kegelisahannya di lagu ini.

Tak lepas sampai disitu, bersama Made Mun dari Three AM Studio, 'Distraction' dihadirkan dalam format music video yang juga memvisualkan kegundahan hati yang dihantui kenangan yang tak diinginkan. Simak melalui kanal YouTube Desy Edhar atau kalian juga bisa liat dan dengarkan 'Distraction' miliknya Desy Edhar di bawah ini.



More information:
Soundcloud: desyedhar
Instagram: @desyedhar
Youtube: desyedhar
Booking Contact: +62-852-4694-0820 (Happy)

Foto : Doc/Desy Edhar


kepsir.com 

Mr. Sonjaya merilis single terbarunya berjudul "Sedang Dalam Suasana Cerah"

No comments

Tuesday, February 12, 2019


Unit pop folk dari Bandung, Mr. Sonjaya merilis single terbarunya berjudul "Sedang Dalam Suasana Cerah" pada 8 Februari 2019 lalu. Setelah single "Gita" yang bercerita tentang perjuangan kelas pekerja dan "Cukuplah" yang bertema tentang gangguan mental seseorang. Materi dari single ketiga "Sedang Dalam Suasana Cerah" milik Mr. Sonjaya ini bercerita tentang sebuah ajakan untuk melangkah maju ke ruangan lain setelah merasakan perasaan sedih dan perasaan tersebut kemudian menghilang. Single "Sedang Dalam Suasana Cerah" akan menjadi bagian dari album penuh yang dijadwalkan akan dirilis tahun ini.

Pada sesi rekaman, single ketiga "Sedang Dalam Suasana Cerah" mengambil tempat di Escape Music Studio dan tanggung jawab dari proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Rizal Escape.

Berbicara sedikit tentang lagu "Sedang Dalam Suasana Cerah", keriangan yang kental dalam lagu ini diharapkan menjadi entitas baru yang lebih segar dalam mengeksplorasi musikalitas perjalanan Mr. Sonjaya, yang tidak dirasa sudah berusia sepuluh tahun.

Saat ini, Mr. Sonjaya diperkuat oleh Dimas (vokal), Ridha (gitar), Baya (perkusi), Berland (keyboard) dan Andriana (bass). Kelima personil Mr. Sonjaya ini berharap bahwa dengan menerbitkan single terbaru mereka, mereka dapat memberikan nuansa yang menyenangkan bagi siapaun yang menikmatinya.

Selain format audio (streaming digital), "Sedang Dalam Suasana Cerah" juga dirilis dalam format video musik, yang ditayangkan melalui saluran Youtube resmi milik Mr Sonjaya.




kepsir.com 

Beeswax, kuartet emo dari Malang lepas single patah hati berjudul "Pills"

No comments

Setelah merilis album Saudade tahun lalu, Beeswax telah kembali merilis materi baru membuka tahun 2019. Pada 8 Februari kemarin, kuartet emo Malang ini merilis single berjudul "Pills" setelah sebelumnya merilis cuplikan video-nya pada akhir Januari.

Single terbaru mereka, "Pills", terinspirasi oleh kisah cinta yang berakhir tragis.

"Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada patah hati tanpa bisa mengucapkan selamat tinggal kepada orang terkasih secara langsung. Melalui beberapa pesan singkat, hubungan yang telah dibina kandas begitu saja. Lagu ini awalnya merupakan materi pribadi dari Bagas yang pernah diunggah melalui Soundcloud, sebelum dijadikan materi terbaru dari Beeswax, " mereka menulis.

Beeswax mengakui bahwa sound dari lagu ini telah dipengaruhi oleh Copeland era Beneath The Medicine Tree. Beberapa instrumen dan suara baru seperti string, brass dan piano juga mereka hadirkan dalam "Pil".

Sementara mixing single "Pills" dilakukan oleh Mahatamtama Arya Adinegara (gitaris dan vokalis dari Coldiac). Setelah menerbitkan "Pills", Beeswax berencana untuk merilis satu single setiap dua atau tiga bulan dan juga album split dengan band dari Singapura dan Malaysia, serta album terbaru.

"Rilisan terbaru Beeswax hingga seterusnya akan dilepas dan diproduksi oleh label rekaman Yallfears, yang merupakan evolusi dari Fallyear Records," kata Beeswax.

Video klip single "Pills" juga dijadwalkan akan segera dirilis.




kepsir.com 

"An Ephemeral", salam damai dari OBITR

No comments

Monday, February 11, 2019



Dalam dunia musik, untuk memperoleh pencapaian artistik dari sebuah karya, tidak jarang pemiliknya memainkan peran lain di luar yang biasa ia kerjakan, melalui proyek yang dihasilkan dari olah rasa dan kepekaan kreasi. yang menurutnya ideal. Aplikasinya beragam, bisa dengan membuat band baru, atau solo, dengan nama alias atau samaran yang sesuai dengan karakter yang ingin ia bangun. Namun demikian, apa yang dilakukan oleh Robi Trianda Putra, seorang drummer dari grup Elkarmoya dan Breh and The Bangsat. Berkat proyek iseng yang santai dan menyenangkan, ia menciptakan OBITR sebagai wadah kreasi di luar bandnya.

Salah satu "peluru" yang ia coba tembak ke audiens diilustrasikan lewat sebuah single berjudul "An Ephemeral". Lagu ini dipilih sebagai single pertama OBITR, dirilis pada 1 Februari 2019, dalam format instrumental dari genre RnB Soul. Itu menjadi menarik, karena lagu ini dibuat berdasarkan orang yang paling dekat dengan OBITR, sebagai bentuk hadiah untuk orang terdekat tersebut. Namun seiring dengan perkembangannya, lagu ini juga dirancang untuk dibagikan kepada khalayak banyak, dengan harapan menciptakan juwa yang damai, sambil bersantai dan sejenak melupakan kesedihan, kecemasan dan suasana hati yang buruk.

Selain itu, apa yang juga menarik tentang lagu ini terletak pada proses kreatif yang dilakukannya sendiri di dalam ruangan, dengan laptop sebagai "senjata," termasuk artwork dan proses mixing dan msateringnya. Kita dapat mendengarkan versi digital dari OBITR berjudul "An Ephemeral" di Spotify, Apple Music, iTunes, Deezer, dan platform digital lainnya.

OBITR mengatakan jika dengan merilis single "An Ephemeral", ia ingin mengundang pendengar untuk membangkitkan jiwa yang damai dengan mendengarkan single ini, di mana kedamaian menjadi sesuatu yang semakin langka, ketika Internet telah menjadi sarana menyebarkan kebencian dan perpecahan. Untuk setidaknya mengurangi kebencian itu, OBITR percaya bahwa musik adalah salah satu sarana yang bagus untuk menyatukan banyak orang.




kepsir.com 

Yura Yunita merilis single dan video klip "Merakit"

No comments


Setelah melewati masa-masa sulit dalam hidupnya, tidak membuat Yura Yunita berhenti berkarya. Jalan berliku yang dialaminya adalah titik balik bagi Yura Yunita untuk kembali bangkit dan terus mewujudkan mimpinya. Dalam segala keterbatasannya, Yura Yunita telah berhasil menjadi orang yang kuat dan konsisten dalam mengejar mimpinya.

Lagu "Merakit" yang terkandung dalam album dengan judul yang sama menjadi gambar nyata bahwa keterbatasan tidak menjadi hambatan untuk pencapaian tujuan. Yura Yunita sangat tergerak untuk membuat lagu "Merakit" setelah bertemu teman-teman penyandang tuna netra dari Yayasan Wiyata Guna di Bandung.

"Bagi saya, teman-teman penyandang disabilitas adalah individu – individu hebat yang mampu bangkit dari segala keterbatasan yang mereka miliki". Begitu saya mengenal mereka, saya tergerak untuk membuat lagu yang menguatkan. Tentang semangat, keberanian, bangun dari keterpurukan.

Terciptalah lagu "Merakit" yang selalu mengingatkan bahwa menyerah bukanlah pilihan hidup. Yura Yunita berkolaborasi dengan sutradara Yogyakarta, Raditya Bramantya, dalam klip video "Merakit." Video musik Merakit diharapkan mampu menerjemahkan cerita dan kata-kata menjadi serangkaian gambar yang memberikan semangat dan kekuatan. Dalam video musik "Merakit", jelas tergambar bahwa teman-teman penyandang disabilitas adalah individu yang selalu konsisten dalam mengejar impian mereka.

Yura Yunita ingin menunjukkan bahwa dengan segala keterbatasan, kita dapat mencapai apa yang kita inginkan. Selain itu, video klip "Merakit" juga menunjukkan bahwa keterlibatan dan dukungan dari kita semua bisa membuat teman-teman disabilitas memiliki hak yang sama. Video klip "Merakit" secara resmi dirilis pada 8 Februari 2019.




kepsir.com 

Morsh, membawa kita kembali ke lamunan masa lalu lewat lagu 'Abadi'

No comments

Friday, February 08, 2019

Doc/Morsh/Abadi

Winky Wiryawan, Yogi Formatted, dan Diano adalah tiga musisi yang tergabung dalam band bernama Morsh. Ketiganya memainkan peran pematik nada dan irama untuk menari dan berdansa dengan permainan gitar Winky, suara synthesizer dari Yogi dan vokal suara dari Diano.

Sebelumnya Morsh merilis dua single berjudul "Mess" dan "Sequel" pada akhir 2018, menjadi bukti bahwa trio ini cukup total dalam mengolah musik. Melanjutkan kreasi mereka dengan meramu nada dan lirik, Morsh mempersembahkan single terbarunya yang berjudul "Abadi" pada awal 2019 ini.

Selain itu, berkenaan dengan judul "Abadi", lagu ini dipilih karena, selain berbahasa Indonesia, yang dinilai bisa mudah melekat pada telinga pendengarnya, lagu dengan durasi tiga menit ini juga banyak menggunakan 'ambience' khas musik elektronik, dengan lead gitar dan cara bernyanyi dengan menggunakan suara falseto.

Menurut mereka, jenis olahan musik ini dapat membawa kita kembali ke lamunan masa lalu dengan membuka kembali ingatan kebahagiaan, baik itu luka atau tawa.

Lagu "Abadi" yang dibuat oleh Winky Wiryawan ini kemudian "dimasak" oleh Yogi Formatted sebagai penata musiknya, yang kemudian dituntaskan oleh bait lirik hasil olah rasa dari Diano. Lagu ini terdengar istimewa karena, menurut Yogi, ini adalah materi baru dari album ini, baik dalam musik maupun dalam pendekatan spiritual Morsh untuk membuat dan menyelesaikan lagu.

Selain disajikan dalam format audio, lagu "Abadi" juga telah diterjemahkan ke dalam format video klip, yang melibatkan nama Vicky Firdaus sebagai sutradara sekaligus D.O.P dan editor, Irham Abdi Salam (asisten sutradara) dan Taufik AB (camera person) juga berkolaborasi dalam klip ini.

Klip video ini membangkitkan dua bentuk kebahagiaan yang terkait erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Apa yang membuatnya video klip ini menarik adalah karena disajikan dengan pendekatan film pendek pendek.

"Abadi" dapat dinikmati di semua portal musik streaming dan melalui saluran Youtube Morsh, atau kalian juga dapat melihat dan merasakannya melalui tautan di bawah ini.





kepsir.com 

GUNS, unit Grunge dari malang yang sulit diatur meluncurkan "Hi Lucy"

No comments
Foto. Doc/Guns

GUNS, unit Grunge dari malang ini merilis single terbaru mereka yang berjudul "Hi Lucy" dalam format video klip.


Melalui rilisan ini, mereka ingin menyadarkan kita bahwa ketakutan adalah sesuatu yang manusiawi, tidak perlu untuk menghindarinya dan bersikap bermusuhan, cukup dinikmati saja disetiap gelapnya.

Hadir dari Malang, Jawa Timur, beranggotakan Alif (vokal), Farhan (gitar), Refo (gitar), Eldy (bass), dan eben (drum), mereka adalah sekelompok orang yang menganggap dirinya sulit diatur. GUNS adalah nama yang mereka gunakan untuk memberi nama unit ini. Melalui identitas ini, lima pria di dalamnya mulai mengekspresikan diri mereka melalui karya sejak 2015, dengan pilihan musik grunge.

Bulan lalu pada tanggal 26 Januari 2019, GUNS merilis lagu baru mereka berjudul "Hi Lucy" dalam format visual. Dalam video klip, mereka menyajikan pertunjukan tari kontemporer yang berpadu dengan musik grunge yang mereka mainkan. Mereka mencoba menggambarkan "Hi Lucy" dalam beberapa kata: "Sebuah ketakutan yang luar biasa".

''Representasi visual yang mencoba memberikan sumbu imajinasi mengenai ketakutan hebat yang muncul dari dalam diri sendiri. Gertakan dari dalam tidak dapat dengan mudah dihilangkan namun dapat dengan mudah disembunyikan. Jangan menjadikan takut sebagai musuh, rasakan takut itu dan nikmati setiap gelapnya.
Takutlah, selama kaki masih bisa melangkah, sebab takut merupakan salah satu wujud dari rasa kemanusiaan. #TakutTapiTidakSendirian''

Kutipan di atas diperoleh dari kolom deskripsi yang dapat kita temukan di bawah video "Hi Lucy" di saluran YouTube GUNS Official.

Dengan kata lain, melalui lagu "Hi Lucy", mereka ingin menunjukkan bahwa rasa takut adalah hal yang wajar dirasakan oleh manusia. Tidak perlu bermusuhan, tidak perlu dihindari. Karena ketakutan akan selalu muncul selama kita masih menjadi manusia, jadi biarkan saja ketakutan itu hadir dan kita nikmati setiap detik.





kepsir.com 

"Kurang Piknik", ode dari Pyongpyong untuk kelas pekerja

No comments
Foto : Doc/Pyongpyong

Terbilang lama malang melintang di skena musik Semarang dan di beberapa daerah di Jawa Tengah, pop punk Pyongpyong jelas sudah tidak asing lagi. Sejak awal 2000-an, Pyongpyong sudah hilir mudik dari gig ke gig lainya. Mereka bahkan masuk kedalam beberapa album kompilasi, Berpacu dalam Melodic (Proton Records, 2005) salah satunya dengan lagu andalan "My Wife is a Lesbian".

Dalam perjalanannya, trio yang sekarang terdiri dari Adit Salju (bass / vokal), Fajar Pandudewanata (gitar) dan Bayu Nugraha (drum) belum menerbitkan satu album (mini) yang terpublikasi meskipun punya banyak lagu. Pada 2015, mereka memutuskan untuk hiatus lalu sempat merilis single "Anugerah Terindah yang Pernah Kumiliki" pada tahun 2017.

Namun, Pyongpyong sekarang siap untuk kembali dengan single yang disebut "Kurang Piknik", Lengkap dengan videonya. Untuk penggarapannya, Pyongpyong bekerja sama dengan Hyena Films, Yogyakarta. Secara umum, single baru tersebut menceritakan kehidupan kelas pekerja secara umum. "Tentang suntuknya menjadi seorang pegawai yang bekerja selama 5–6 hari dalam seminggu," kata Adit. "Belum lagi tenggat waktu, target, dan sejenisnya. Waktu luang untuk berlibur pun belum tentu bisa dinikmati."

Jika diperhatikan, single ini memiliki gaya yang berbeda dari lagu-lagu Pyongpyong sebelumnya. Aroma Reel Big Fish, Goldfinger dan Less than Jake keluar dari "Kurang Piknik". Dengan perilisan single tersebut, Pyongpyong juga mengkonfirmasi bahwa mereka belum selesai. Sisa-sisa bahan bakar masih bisa dinyalakan. Selain itu, mereka juga bersiap untuk menindaklanjuti resureksi ini. "Sebagai pengukuhan bahwa dengan formasi ini, kami aktif kembali. Lagu itu juga menjadi salah satu materi album mini," pungkas Adit.




kepsir.com 

Satwa, melanjutkan kisahnya dengan single ke tiga berjudul “Senja Sirna”

No comments
Foto : Doc/Satwa

"Senja Sirna" perasaan ketika seseorang merasa patah hati.


Bagi beberapa musisi atau band yang menulis lagu cinta bukan merupakan hal yang sulit, karena tema ini cukup mudah untuk digambarkan, mengingat cinta adalah hal mendasar yang bisa memiliki kedekatan pribadi dengan pendengar.

Tetapi bagi band yang tidak terbiasa menulis lagu dengan tema ini, menulis lagu cinta menghadirkan tantangannya sendiri, seperti yang dirasakan oleh Satwa, unit ballad folk dari Bandung.

Setelah merilis single "Setangkai" dan "Tembakau", yang dinilai memiliki analogi yang menarik pada seseorang, itu berarti bagi si pemilik lagu, kali ini Satwa melanjutkan ceritanya dengan single ketiganya yang berjudul "Senja Sirna".

Kelompok ini diperkuat oleh Sandika aribowo (vokal), Diar Hadiar (gitar), Ari apriliana (gitar akustik), Kurniandi ismail (bass), Tantan (drum) dan Gani Nurdiyana (keyboard / synthesizer), mengatakan jika single "Senja Sirna" bercerita seputar cinta, yang didasarkan pada perasaan ketika seseorang merasa patah hati. Ini dianggap menarik karena terinspirasi dari kisah cinta sepihak atau bertepuk sebelah tangan, ketika sang pria mencintai seorang wanita, tetapi dia menyadari bahwa hubungannya terbatas pada teman atau sahabat dan tidak bisa bersatu sebagai kekasih.

Satwa tampaknya mengajak penikmat karyanya untuk bergalau ria, tetapi dengan lirik yang sarat makna. Selain itu aransemen lagu yang membawa kita ke akhir tahun 1980 -an. Ini bisa didengar dengan suara gitar yang clean dan minimal distorsi, serta oleh suara drum retro dari lagu ini, yang sepertinya mengundang kita untuk menari dalam kesedihan.

Tidak hanya dirilis dalam format audio, Satwa juga meluncurkan lagu ini dalam format klip video yang diproduksi oleh Gerry Riyadhi. Video ini adalah tentang seorang pria yang tampaknya memejamkan mata dan tidak bisa menerima kenyataan hubungannya dengan sang wanita, sampai wanita itu akhirnya membuka mata sang pria agar dia menerima fakta bahwa mereka tidak dapat dipersatukan.





kepsir.com 

Coldiac menyambut bulan Februari dengan perilisan single ke-3 dari album “O” berjudul “Vow”.

No comments
Foto dok. Coldiac / GZZ Records

Februari. Bulan kedua ini identik dengan bulan cinta, ditandai dengan perayaan Hari Valentine. Untuk mengabadikan momen tersebut, beberapa musisi atau band merayakan acara ini dengan menerbitkan sebuah karya, dari single hingga album. Terlepas dari semuanya, sekelompok indie rock dari Malang, Coldiac, menyambutnya dengan perilisan single ke-3 dari album “O” berjudul “Vow”.

Setelah merilis album bernama O, Coldiac memperkuatnya dengan merilis single ketiganya yang berjudul "Vow". Seperti yang terlihat dalam judul, yang diartikan sebagai sumpah sehidup semati, lagu "Vow" itu menurut mereka, merupakan gambaran dari lagu romantis yang berisi pernyataan cinta untuk seseorang.

Pemilihan lagu "Vow" bukan tanpa alasan, mengingat lagu ini telah menjadi favorit banyak pendengar, terutama ketika dibawakan secara live oleh unit indie rock ini. Selain itu, dalam isi lirik, lagu ini disajikan dalam gaya bahasa yang sederhana, lugas dan juga penuh cinta, hingga dirasa cocok sebagai soundtrack bagi mereka yang ingin melamar orang yang mereka cintai.

"Vow" dirilis secara bersamaan di berbagai saluran streaming digital sejak 31 Januari 2019 lalu melalui GZZ Records, lagu ini memiliki melodi paling cerah dibandingkan dengan single-single sebelumnya dari album O. Menariknya, selain dirilis dalam format audio , band yang meraih nominasi Best group/kolaborasi/duo R&B 2018 AMI Awards ini juga merilis video lirik untuk lagu "Vow" pada hari yang sama, melalui saluran YouTube resmi mereka.

Mengenai lirik video, estetika yang digunakan dalam video itu sendiri bernuansa visual yang sama dengan visual dari album O, yang memiliki dominasi hitam dan jingga. Bhima Bagaskara sebagai art director video ini bekerja sama dengan Iqbal Febiran untuk pelaksanaannya.

Selain itu, mereka juga menambahkan bahwa versi alternatif dari lagu "Vow" juga dirilis pada 8 Februari 2019, di berbagai saluran streaming digital. Versi terbaru ini, juga dirilis di bawah naungan GZZ Records, hadir dengan aransemen yang lebih minimalis, tanpa mengurangi romansa versi aslinya, sebagai hadiah dan ungkapan terima kasih kepada penggemar dan pendengar setia Coldiac.



Instagram : Coldiac


kepsir.com 

Ke lantai disko 80-an bareng Roschell

No comments

Friday, February 01, 2019

Hingar Artwork/Roschell

"Hingar", single kedua dari unit elektro pop Surabaya, dengan nuansa disko 80-an.


Setelah rilis sebelumnya pada tahun 2018, single pertama berjudul "Sense", unit electronic pop dari Surabaya, Roschell, memulai perjalanannya di awal tahun dengan merilis single kedua mereka berjudul "Hingar".

Berbeda dengan single pertama mereka yang berbahasa Inggris pertama, kali ini Roschell menggunakan lirik dalam bahasa Indonesia.

Seperti di lansir dari gemusik.
"Pada single ini, kita berbicara tentang kegelisahan orang-orang dalam menjalani rutinitas hariannya, kemudian perlahan memahami kenyataan hidup yang tidak sesuai dengan rencana dan keinginan mereka," kata Wira, bassis / synth Roschell.

"Tetapi di balik kegelisahan ini, mereka percaya bahwa apa yang mereka lakukan akan berhasil suatu hari nanti," tambah sang vokalis Tassya.

Single "Hingar" sendiri merupakan jalan pembuka pada awal 2019. Setelah nama Roschell mulai dikenal di kancah musik Surabaya dan tampil di beberapa konser lokal, Roschell berencana membuat EP pada waktu dekat.

"Kami mulai mencicil materi-materi yang bisa dimasukkan dalam EP, mudah-mudahan kami bisa menyelesaikannya segera," kata Wira.

Single "Hingar" sudah dirilis melalui Youtube Channel mereka pada 19 Januari 2019 lalu.




kepsir.com 

Latest News

Loading...