Showing posts with label news. Show all posts
Showing posts with label news. Show all posts

"Ode To Lampung Prov", sebuah persembahan dari Fatman untuk Provinsi Lampung!

No comments

Sunday, June 30, 2019


Ode To Lampung Prov, sebuah persembahan dari Fatman untuk Provinsi Lampung!
Doc. Fatman/Punk/Lampung.

Fatman;
Setelah merilis album perdana bertajuk “Am I In Wrong Generation?” (2016), Fatman, unit punk dari Lampung yang beranggotakan Adam Aldino (Drum), Dwi Prakoso (Bass) dan Luthfi Satria (Vokal dan Gitar), kembali merilis EP bertajuk “Ode To Lampung Prov” yang merupakan respon Fatman terhadap fenomena sosial yang terjadi di Indonesia maupun di kota kelahiran mereka, Bandar Lampung.

Pasca 2 tahun setelah perilisan album perdana, Tahun 2018 Fatman kembali masuk ke studio dan merampungkan materi EP “Ode To Lampung Prov”. Kali ini pada “Ode To Lampung Prov”, Fatman mendedikasikan EP Ini untuk Provinsi Lampung, tepatnya kota Bandar lampung yang menjadi tempat asal mereka lahir dan menetap hingga saat ini.

Fatman percaya bahwa dengan keragaman suku dan budaya dari seluruh Nusantara yang ada di Provinsi Lampung, Provinsi Lampung dapat lebih produktif dan berkembang terutama pada bidang pembangunan industri kreatif yang telah banyak bermunculan beberapa tahun kebelakangan ini yang di gawangi oleh muda mudi penduduk Kota Bandar Lampung maupun Provinsi Lampung Itu sendiri, bersinergi dan saling support satu sama lain adalah kunci yang dipercayai Fatman dalam perkembangan tersebut.

Ode To Lampung Prov! debut EP dari Fatman untuk Provinsi Lampung!
Artwork by Wicakspocth / Fatman - Ode To Lampung Prov.

Kini Lampung bisa dibilang sebagai “Jakarta kecil”. Karena ke ramah tamahan masyarakatnya maupun tingkat toleransinya yang tinggi, banyak masyarakat pendatang dari seluruh Indonesia yang bekerja serta menetap, bahkan beranak cucu di provinsi ini, termasuk para personil Fatman sendiri secara suku bukan asli dari Provinsi Lampung. Dibalik segala kekurangan dan ketidak setujuan akan komparasi yang irasional terhadap kota tercinta dengan kota-kota besar di Indonesia serta “labeling” hal negatif yang terjadi sampai saat ini, Lampung adalah suatu kebanggaan dan identitas untuk Fatman dimanapun dan kapanpun mereka berada. Di dasari pada keyakinan bahwa sebuah kebanggaan atau perubahan yang mengarah kepada kemajuan dari berbagai macam aspek, harus dimulai dari setiap masyarakat penduduk Provinsi Lampung itu sendiri terlepas setiap perbedaan yang ada di Provinsi Lampung. Karena mengutip dari potongan lirik Ode To Lampung Prov: “ Mak Ganta Kapan Lagi, Mak Gham Siapa Lagi?” yang berarti “Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi, Kalau Bukan Kita Siapa Lagi?”.

Selain berisi tentang rasa terima kasih Fatman terhadap tempat asal mereka lahir, Provinsi Lampung, pada track lain berisikan respon Fatman dari beberapa fenomena sosial yang terjadi di lingkungan sekitar maupun di Indonesia maupun dunia.

Pada “Ode To Lampung Prov” Fatman mengajak beberapa musisi Lampung yang turut berkolaborasi dalam beberapa track di EP ini, antara lain Ihwan Fikri dari Bekangkon Haji, Triga Irvanda dari Lowres dan Nanda Pamungkas dari Soundcity serta beberapa kerabat dekat-dekat lain yang mengisi beberapa part backing vokal di EP ini.

Keseluruhan track direkam di Nolkilometer Studio, Bandar Lampung. Pengerjaan Artwork “Ode To Lampung Prov” pun bekerja sama dengan Artworker asal Lampung, Saktia Wicaksono (Wicakspotch).

Ode To Lampung Prov” telah dirilis pada perayaan Record Store Day 2019 Lampung, tanggal 20 April di Klub Sumur, Bandar Lampung., Lampung, Indonesia.

Debut FATMAN:

Am I In Wrong Generation?
Pada tahun 2016, Fatman merilis full album bertajuk “Am I In Wrong Generation?” yang berisikan 10 track yang di rekam di Nolkilometer studio.

Am I In Wrong Generation?

Am I In Wrong Generation?



Tracks


  1. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  2. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  3. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  4. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  5. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  6. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  7. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  8. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  9. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  10. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?


Pada album “Am I In Wrong Generation?” FATMAN merilis video klip “Santai Sejenak” di tahun 2017 yand garap oleh Anthony Caesar dan di sutradarai oleh Luthfi Satria. Kemudian di awal tahun 2018, bekerja sama dengan sebuah grup kreatif seni visual, Manasuka Films untuk merilis video klip “You & Me ft Nia”.








Ode To Lampung Prov
Tahun 2019, kini FATMAN kembali hadir dengan merilis sebuah EP bertajuk “Ode To Lampung Prov” yang berisikan 6 Tracks yang kembali direkam di Nolkilometer Studio.

More information:
Email: [email protected]
Instagram: @fatman.official
Twitter: @fatmanofficial
Bandcamp: fatmanoffiicial.bandcamp.com
Soundcloud: soundcloud.com/fatman-official
Youtube: https://bit.ly/2PhGj60





Usia 100 tahun, Dave Bartholomew, sang terompetis legendaris tutup usia

No comments

Tuesday, June 25, 2019

usia-100-tahun-dave-bartholomew-sang-terompetis-legendaris-tutup-usia
Musician Dave Bartholomew on stage at New Orleans Jazz Festival, May 1994. (Photo)

Dave Bartholomew;
terompetis legendaris dikabarkan meninggal dunia pada usianya yang sudah 100 tahun pada Senin (24/6).

Dilansir dari Rolling Stone, Bartholomew, yang namanya berkibar pada era 1950-an ini, meninggal di sebuah rumah sakit di kawasan New Orleans. Ini dikonfirmasi langsung oleh putranya, Dave Bartholomew Jr.

Menurut Bartholomew Jr., ayahnya meninggal karena kondisi yang sudah sangat lemah di usianya yang sudah tua.

"Tubuhnya tidak kuat lagi, dia berusia 100 tahun enam bulan, ini memang sudah saatnya," kata Bartholomew Jr.

usia-100-tahun-dave-bartholomew-sang-terompetis-legendaris-tutup-usia
Dave Bartholomew - Wikipedia

Di era saat ini, nama Bartholomew mungkin sudah tidak terdengar sama sekali. Namun, pada masa kejayaannya, Bartholomew merupakan nama yang besar. Kontribusinya terhadap dunia musik, terutama blues, soul dan jazz, menjadi salah satu pelopor meroketnya musik rock yang muncul pada awal tahun 60-an.

Bartholomew telah bekerja dengan banyak musisi hebat. Salah satu nama besar yang berkolaborasi dengannya ialah pianis Fats Domino.

Bersama dengan Domino, Bartholomew, yang juga seorang produser dan komposer lagu, menciptakan banyak karya yang nantinya akan diingat pada tahun-tahun berikutnya. “Ain’t That a Shame” salah satu karyanya yang paling terkenal, yang kemudian banyak dibawakan ulang oleh nama-nama besar dunia musik seperti Paul McCartney, John Lennon, Cheap Trick dan masih banyak lagi.

(*)

Berita terbaru, Berita musik terbaru, Berita musik Indonesia, Musik Indonesia, Berita terkini, Berita Hari ini


Kolaborasi bareng Lintang Larasati, Dunianudia rilis "Senandika Tanpa Khotbah"

No comments
kolaborasi-bareng-lintang-larasati-dunianudia-rilis-single-senandika-tanpa-khotbah
Doc. Dunianudia

Dunianudia;

“Lakukan sesuatu” seperti kata Mark Manson dalam bukunya “The Subtle Art of Not Giving a F*ck”. Tertulis juga dalam buku tersebut, pengarang Tim Ferris pernah bertanya kepada seorang novelis yg pernah menulis lebih dari 70 novel. Bagaimana cara tetap menginspirasi dan selalu konsisten? Dia menjawab "200 kata yang kacau parah setiap hari".

Nah "Lakukan sesuatu" menjadi kunci mengapa Nudia Muntaza menulis lagu ini. Single “Senandika Tanpa Khotbah” ditulis Nudia Muntaza ketika sedang dalam kondisi yang tidak menentu, ngga tahu harus kemana atau ngapain lagi, bahkan jika kematian menjadi hal yg akan terjadi selanjutnya pun rasa-rasa bukan jadi masalah.

“Senandika Tanpa Khotbah” pada awalnya memang lagu yang ditujukan untuk memotivasi diri sendiri. Bahwasanya setelah direnungkan ternyata setiap individu diciptakan dengan tidak sia-sia. Bahkan ketika mendapati kegagalan, selain dari situ bisa belajar menjadi mahir, hal tersebut mungkin bisa kita share kepada orang lain sebagai pembelajaran.

“Jangan menyerah pada dunia,” penggalan di salah satu lirik lagu bisa diartikan seperti, tetaplah lakukan sesuatu dan percayalah bahwa kamu sedang ditunggu. Ditunggu siapa? Siapapun itu, yang mana mungkin dia bisa belajar darimu,” Nudia Muntaza mengungkapkan cerita dibalik lagu “Senandika Tanpa Khotbah”.

Sedikit berbeda dari karya-karya sebelumnya karena single kali ini sedikit mempunyai suasana pop-punk. Dunianudia juga meminta bantuan kepada Lintang Larasati (More on Mumbles/Robbrs) untuk mengisi beberapa part di vokal. Sedangkan pada isian instrumen Dunianudia mengajak Rizky Arifin (Drum), Budi Wicaksono & Rarya Laksito (Bass), Elmo Ramadhan (Synth), dan Rialdy Pradana (Gitar). Adapun lagu ini di-mixing dan mastering di Sodapop records.

Dunianudia juga bekerja sama dengan Jafolirupahe sebagai pembuat video official “Senandika Tanpa Khotbah”. Video yang hanya ditangkap melalui kamera smartphones ini bisa dinikmati di Youtube Channel Dunianudia pada tanggal 19 Juni 2019. Selain itu lagu ini juga bisa didengarkan di beberapa kanal digital, seperti Spotify, Joox, iTunes dan sebagainya.



More information:
Youtube: Dunianudia Channel
Spotify: Dunianudia ft Lintang Larasati - Senandika Tanpa Khotbah
iTunes: Dunianudia ft Lintang Larasati - Senandika Tanpa Khotbah
Joox: Dunianudia ft Lintang Larasati - Senandika Tanpa Khotbah
Soundcloud: Dunianudia ft Lintang Larasati - Senandika Tanpa Khotbah
Twitter: dunianudia
Instagram: dunianudia




Terbang ke Jepang! Moment perdana Ping Pong Club di ranah Internasional

No comments

Monday, June 24, 2019

terbang-ke-jepang-moment-perdana-ping-pong-club-di-ranah-internasional
Ping Pong Club

Ping Pong Club;
merilis single ‘Skylight’ pada di bulan Agustus 2018 lalu. Single yang menarik perhatian publik kepada unit indie pop-electro pop asal Bandung ini pun tak lama kemudian dirilis secara eksklusif di Jepang pada tahun yang sama. Hal ini menjadi pintu pembuka bagi Ping Pong Club untuk menarik perhatian penikmat musik di negeri sakura.

Bulan Juni ini akan menjadi moment dimana Ping Pong Club dapat memasarkan lebih luas lagi karya-karya mereka di Jepang, karena mereka mendapat kesempatan untuk menyapa dan membawakan secara langsung musik-musik Ping Pong Club disana.
terbang-ke-jepang-moment-perdana-ping-pong-club-di-ranah-internasional
Artwork Gigs Jepang \ Ping Pong Club
Mendapatkan kesempatan untuk mengisi 2 (dua) titik gigs di negara sakura tersebut menjadikan permulaan perjalanan panggung internasional Ping Pong Club. Tepatnya berlokasi pada Annie’s Café ( 23 Juni ) dan Negaposi ( 25 Juni ) di Kyoto.

Penampilan perdana ini juga akan diisi dengan kolaborasi dengan musisi lokal negeri Sakura, hal ini juga membuka kesempatan untuk berinteraksi lebih langsung dengan para pelaku musik di Jepang.

Bagi pendengar Ping Pong Club yang sedang berada di Jepang dapat mengakses informasi lebih lanjut mengenai gigs tersebut melalui akun media sosial Ping Pong Club.

More information:
Website: www.pingpongclubtheband.com
Facebook: pingpongclubtheband
Instagram: pingpongclubtheband
Bandcamp: pingpongclubtheband.bandcamp.com
Twitter: pingpongclub_


"Bukti" video klip terbaru dari Captivate

No comments

Wednesday, June 19, 2019

Bukti video klip terbaru dari Captivate
www.instagram.com/captivate_id/

Captivate;
Sempat menyisakan Ray pada vokal, ditinggalkan semua personelnya tidak berarti bahwa itu adalah jalan terakhir bagi Captivate, band dari Bandung ini untuk terus bertahan dan menciptakan karya.

Pada awal 2018, Ray dipersatukan kembali dengan personil baru. Meskipun relatif singkat, hubungan emosional antara personel yang lugas terjalin dengan seiring waktu karena para personel baru sudah mengenal Ray sejak lama.

Ini dibuktikan dengan dirilisnya video klip dari single "Bukti" pada 20 Mei lalu melalui saluran YouTube bernama Yeah Musik, label independen yang menaungi Captivate sejak merilis mini album Breath pada 2018.

Video klip "Bukti" sendiri adalah single kedua setelah single "Pasti Bisa dan Kita Selamanya" yang secara resmi didistribusikan terlebih dahulu. Lagu "Bukti" bercerita tentang kecemasan yang dialami oleh semua orang, bagaimana seorang individu dipandang sebelah mata, dipinggirkan, diremehkan, diabaikan - tidak dianggap karena kekurangan yang ia miliki. Berada di posisi bawah menjadi acuan bagi Ray untuk menulis lirik yang ia harap mampu memberikan secercah motivasi, pemecut positif bagi orang-orang yang merasa diabaikan dalam hidup mereka, dianggap tidak mampu melakukan hal-hal tertentu.

Lirik lagu "Bukti" berisi undangan untuk terus berjuang dan terus berusaha. Cobaan dan diskriminasi digunakan sebagai motivasi untuk terus melakukan apa yang baik untuk diri kita sendiri dan di sekitar kita. Lakukan hal-hal positif untuk diri sendiri, dan abaikan semua cemoohan negatif dari lingkungan sekitar, sebagai bentuk sebuah pembuktian.

Dalam pembuatan video klip "Bukti", Captivate tidak sendirian. Mereka mengundang seorang rekan bernama Fauzan yang notabene adalah orang lama dan sudah cukup lama makan asam garam di dunia sinematografi yang juga menggarap beberapa klip video milik Rocket Rockers dan Revenge The Fate.

Demi memaksimalkan "Bukti", materi musik semakin bernuansa donasi suara (rap dan scream) di beberapa bagian lagu oleh Yas Budaya dari band emo dari Bandung, Alone At Last.



*



Sempat menjadi kontroversi, RUU Permusikan akhirnya dicabut! dari Prolegnas DPR RI

No comments

Tuesday, June 18, 2019

Sempat menjadi kontroversi, RUU Permusikan akhirnya dicabut! dari Prolegnas DPR RI
ANTARA FOTO/ MOCH ASIM - Jaringan lintas komunitas yang tergabung dalam Suara Merdeka membentangkan tulisan saat berunjuk rasa di Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/2/2019)

Jakarta - RUU Permusikan atau Rancangan Undang-Undang, yang sempat menjadi kontroversi pada waktu lalu, akhirnya secara resmi dicabut dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas DPR RI tahun ini pada 17 Juni lalu, melalui Badan Legislasi (Baleg) bersama Kemenkumham.

RUU Permusikan, yang sempat ramai diperbincangkan sejak awal tahun ini. Menyebabkan para musisi berteriak dan menyerukan agar RUU tersebut dibatalkan, karena berisi pasal karet yang akan membelenggu para musisi.

Bahkan, para musisi sempat terbagi menjadi tiga kubu: mereka yang pro-RUU, menolak RUU dan setuju agar RUU direvisi. Anang Hermansyah selaku Komisi X DPR RI yang mengusung RUU itu, diserang kritikan dari para musisi, lantaran ia duduk di kursi parlemen tetapi tidak memperjuangkan musisi.

Pasal yang dipermasalahkan di antaranya soal membelenggu ekspresi, mengancam pertunjukan musik independen serta uji kompetensi. Setidaknya ada enam pasal yang menjadi masalah hingga akhirnya Anang dan timnya mencabut RUU tersebut.

Meskipun begitu, RUU Permusikan ini tidak lantas segera dikeluarkan.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Supratman Andi Atgas, Ketua Baleg DPR RI mengatakan bahwa mencabut RUU tersebut harus melalui evaluasi rapat kerja.

"Karena Prolegnas itu ditentukan oleh tiga lembaga yaitu pemerintah, dalam hal ini Menkum HAM, DPR, dan DPD," katanya.

Dia melanjutkan, dari surat pencabutan yang diajukan oleh Anang akan dilakukan evaluasi rapat kerja Prolegnas. "Baru setelah resmi baru kita keluarkan dari Prolegnas," kata Supratman.

Setelah itu, proses pengesahannya tetap ada pada rapat paripurna.

(*)

Musik video terbaru dari Jeans Roek ft Nadya Sumarsono & Aguys berjudul Bersamaku

No comments

Tuesday, June 11, 2019

music video Jean Roek
Video Klip Jeans Roek ft Nadya Sumarsono, Aguys - Bersamaku


Jeans Roek;
Setelah merilis album ke-3 mereka pada bulan November yang lalu, Jeans Roek merilis single terbaru mereka dari album ke-4 mereka yang berjudul "Bersamaku". Lagu kontroversial dari Dayen Morrison (vocals & guitar the Densmore) yang percaya pada materi tersebut harus dikerjakan kembali oleh Jeans Roek melalui mimpinya entah bagaimanapun caranya.

Lagu ini mengajarkan cara menikmati dan menjalani hidup dengan gaya ala rock n roll yang acuh tak acuh atau bodo amat, terasa sangat menyenangkan dan mengacu pada semangat hidup sehingga kita tidak mengeluh dan menyerah dalam menghadapi banyak masalah kehidupan yang menghampiri kita.

Dalam lagu ini, Jeans Roek mencoba berkolaborasi dengan Nadya Sumarsono (vocals) dan Aguys (piano), yang akhirnya dapat menghasilkan warna baru, lebih mewah dan megah dari materi Jeans Roek sebelumnya.

"Ya awalnya sih iseng aja ngajak nadya sama aguys buat kolaborasi di materi ini, soalnya kan dari genre aja kita ini berbeda jauh sama mereka. Dan setelah kita coba ajak dan kasih denger materinya, mereka malah tertarik hahahaha," kata Koran, sang vokalis & gitar Jeans Rock.

Nadya sendiri memiliki vokal dasar dengan genre RnB sementara Aguys lebih menguasai permainan blues, tetapi setelah semuanya dikombinasikan dengan ritme dan konsep musik Jeans Roek, akhirnya bisa menjadi solid dan menghasilkan warna-warna baru yang indah.

Materi tersebut juga akan hadir di album 3 & 4 Jeans Roek yang akan dirilis bersamaan dengan lagu terbaru lainnya yang masih dalam tahap mixing dan mastering.




"Tattooed Love" sebagai pembuka serangkaian rilisan Luise Najib

No comments
tattooed love sebagai pembuka rilisan luise najib kepsir


Luise Najib,
penyanyi dan penulis lagu dari Yogyakarta. Setelah bertahun-tahun berkarir di dunia musik, Luise sekarang memilih untuk lebih fokus dalam menggabungkan karakter vokalnya dengan musik elektronik. Pada tahun lalu (2018), Luise merilis lagu "Winter's Fault" yang terinspirasi oleh perjalanannya menjadi seorang Ibu. Sekarang, sebagai bagian dari Double Deer Music, Luise merilis single baru berjudul "Tattooed Love".

"Tattooed Love", sebuah lagu yang memulai serangkaian penulisan lagu berbasis elektronik seorang Luise Najib. Awalnya lagu itu cukup sederhana, ditulis ketika Luise sering tampil sendiri hanya dengan sebuah mesin looper. ‘Saya diberi tantangan oleh seorang teman untuk mulai menampilkan lagu sendiri.’ Untungnya bagi Luise, menulis lagu menjadi hal yang alami, karena pengalamannya bermain musik begitu lama, ia dapat membawa cerita menjadi lagu yang menarik.


Dengan ketukan dan lirik menawan, "Tattooed Love" menjadi lagu yang dipilih untuk membuka serangkaian rilisan Luise di tahun ini. Lagu "Tattooed Love" berbicara tentang pengalaman pribadi, bahwa dalam suatu hubungan sebaiknya meluangkan waktu untuk memproses pikiran sebelum membuat keputusan.

Sejak 7 Juni 2019, "Tattooed Love" sudah tersedia di platform streaming digital.






Orkes Kedai Sarinah mencari jodoh melalui Aplikasi Jodoh

No comments

Monday, June 10, 2019


orkes-kedai-sarinah-mencari-jodoh-melalui-aplikasi-jodoh-kepsir-com
Youtube/Orkes Kedai Sarinah
Orkes Kedai Sarinah;
merilis lagu tentang kehidupan romansa modern, yang mencari pasangan melalui aplikasi sebagai opsi terakhir berjudul "Aplikasi Jodoh".

Ditegaskan bahwa mereka terinspirasi oleh musisi Indonesia lawas seperti Bing Slamet, Adi Karso dan Theresa Zen, sebuah grup musik yang berbasis di Bekasi bernama Orkes Kedai Sarinah, menerjemahkannya ke dalam karya mereka. Grup musik yang beranggotakan Fadhilonn (vokal), Gearda (gitar), Ersandy (saxophone) dan Rayhan (drum) merilis karya terbarunya, yang kali ini diaplikasikan dalam sebuah single berjudul "Aplikasi Jodoh".

Mereka mengatakan bahwa jika lagu tersebut bercerita tentang kehidupan romansa modern, yang mencari pasangan melalui sebuah aplikasi sebagai upaya terakhir.

Dalam hal musikalitas, Orkes Kedai Sarinah bereksplorasi dalam bermusiknya, yang menggabungkan dua elemen yang sama sekali berlawanan, yaitu ayunan jazz dengan lirik lagu-lagu sederhana, yang bahkan mereka akui terkesan 'receh'.

Mereka menambahkan bahwa jika dua hal yang saling bertentangan ini digabungkan dengan sengaja, agar memiliki perspektif kehidupan "anak-anak gang", melalui kombinasi musik jazz yang terkesannya eksklusif dengan lirik sehari-hari yang mudah dicerna oleh banyak orang.

Menurut mereka, kedua kombinasi itu pada akhirnya menjadi identitas karya Orkes Kedai Sarinah sendiri.

Ingin tahu seperti apa lagunya? Lihat melalui tautan berikut ini.






Forbes menyebutkan bahwa Jay-Z menjadi miliuner Hip-hop pertama

No comments

Wednesday, June 05, 2019

Forbes menyebutkan bahwa Jay Z menjadi miliuner Hip hop pertama

Jay-Z;
Jay-Z sudah mencatat sejarah sebagai miliuner hip-hop pertama, sebagaimana yang diungkap majalah Forbes. Sang hitmaker ‘Empire State of Mind” ini sudah mengumpulkan harta yang besar berkat berbagai usaha bisnisnya.

Itu termasuk kemitraan dengan merek alkohol seperti Armand de Brignac dan D’Usse, yang kabarnya bernilai $310 juta dan $100 juta. Sementara layanan streaming miliknya, Tidal, bernilai $100 juta dan untuk label Roc Nation dan juga katalog musiknya bernilai $75 juta.

Majalah Forbes juga mengungkapkan jika koleksinya Jaz-Z yang bernama asli Shawn Carter ini bernilai sebesar $70 juta. Sedangkan investasinya di real estate sebesar $50 juta. Sebagai tambahan, Jay-Z juga miliki sekitar $220 juta dalam bentuk uang tunai dan investasi lainnya, termasuk saham sebesar $70 juta di layanan Uber.

Dengan angka-angka tersebut, maka Jay-Z menjadi artis hip-hop pertama yang masuk kedalam kategori miliuner dan menempatkan dirinya kedalam segelintir artis yang memiliki nilai kekayaan yang sama.

Ntap!




*


“HARAM”, introduksi album baru dari M.U.C.K

No comments

Tuesday, June 04, 2019


haram-sebagai-introduksi-album-baru-dari-M-U-C-K
M.U.C.K - Haram

M.U.C.K -
Skena musik underground Kota Bandung kembali dibuahi oleh kemunculan kembali M.U.C.K yang menyuguhkan visualisasi terbaru dari single terbaru mereka yang bertajuk “HARAM” yang akan menjadi hentakan awal untuk album mereka yang berjudul “ELVES” yang akan disebar di tahun ini dan masih melanjutkan kerjasama dengan Disaster Records sebagai label rekamannya.

Setelah sebelumnya M.U.C.K melakukan kemunculan yang sangat tiba-tiba di tahun 2018 dengan mengeluarkan single yang berjudul “EARTHLESS” dan setelah hampir satu tahun berselang mereka kembali dengan album penuh yang berisi sembilan buah lagu dan akan disuguhkan dengan warna musik yang baru dan kemunculan beberapa member baru untuk mengawali kemunculan kembali M.U.C.K dan menutup akhir tahun 2019 dengan “ELVES”.

Single “HARAM” sendiri bisa dibilang menjadi lagu yang berisi lirik yang menarik untuk dibedah, Jack sebagai gitaris dan pembuat lagu menuturkan bahwa lirik dari lagu ini menceritakan keadaan dirinya yang sedang dibawah tekanan dan harus melakukan cara apapun sampai harus menembus tirai dari sesuatu yang di“HARAM”kan, dan mungkin saat inipun telah menjadi beberapa fenomena dimana sesuatu yang “HARAM” menjadi sesuatu yang wajar untuk dilakukan dan seakan-akan menjadi sesuatu yang sangat berharga apabila berhasil dilakukan.

Menjadi sesuatu yang menarik dan sepertinya menjadi pembukaan yang bisa menjadi pendobrak kemunculan M.U.C.K di skena musik underground, single “HARAM’ sendiri sudah bisa dilihat di channel Youtube Disaster Records dan official dari M.U.C.K dari 31 Mei 2019 lalu.



More information:
Disaster Records
A record label and distribution
Jl Wira Angun Angun no 4-B Bandung
Instagram: dsstrrecs



"Pulang", single ketiga dari duo maritim folk “Irama Pantai Selatan”

No comments

pulang-single-ketiga-dari-duo-maritim-irama-pantai-selatan-kepsir-com
Duo maritim folk - Irama Pantai Selatan

Irama Pantai Selatan;
Akhir tahun 2017, Sigit Ezra dan Arief Fauzan bertemu dalam sebuah pertemuan yang tak terduga-duga karena kedua teman lama ini sudah tidak saling kontak selama hampir 2 tahun. Pertemuan ini pun memunculkan sebuah ide menarik dimana mereka memutuskan membentuk duo musikal bernama Irama Pantai Selatan dengan Ukulele sebagai instrument utama. Kemistry pun mudah terbentuk karena kedua orang ini sempat tergabung dalam sebuah band di masa lalu. Nama Irama Pantai Selatan sendiri terbesit begitu spontan, dipilih karena nama tersebut kental dengan unsur ke Indonesiaan dan tentunya sesuai dengan identitas musik mereka.

Secara Musikal, Irama Pantai Selatan tidak terpaku pada genre tetapi mereka lebih senang menyebut diri mereka dengan “Maritim Folk”, genre yang mereka namakan sendiri. Musik mereka sendiri hadir membawa nuansa dimana kenikmatan akan hadir ketika kamu duduk di pinggir pantai sambil memainkan Ukulele. Hal itu yang mereka bawa kepada para khalayak pendengar saat naik pentas dengan Harmonisasi Vokal Arief dan Sigit serta permainan ukulele mendayu yang menjadi andalan.

Ada satu hal lagi yang menarik dari mereka, sejak Irama Pantai Selatan terbentuk, mereka berkomitmen untuk terus menciptakan lagu-lagu berbahasa Indonesia dan memainkan musik populer Indonesia di masa lampau seperti Adikarso, Soejoso Karsono, Bing Slamet, Orkes Teruna Ria, Orkes Tropicana, Osslan Hussein dll dalam setiap kesempatan pentas. Semua ini dilandaskan karena kekaguman mereka terhadap musik Indonesia dan hasrat mereka untuk terus melestarikan peninggalan musik populer Indonesia di masa lalu.

Artwork Pulang - Irama Pantai Selatan \ Sigit Ezra

Pulang, Menjadi Single ketiga dari Duo Maritim Folk “Irama Pantai Selatan”. Single ini juga merupakan penghantar menuju debut Album mereka yang diberi nama “Dendang Samudra”. Pulang sendiri menceritakan tentang Seorang Anak Buah Kapal yang akhirnya pulang ke rumah bertemu Orang Tua nya setelah bertahun-tahun merantau dan menjelajahi Samudra. “Pulang” sengaja di rilis bertepatan dengan Musim Mudik yang pasti terjadi di bulan Ramadhan karena lagu ini (menurut mereka) memiliki keterkaitan dengan perasaan orang-orang yang sedang melalui perjalanan mudik, untuk pulang ke Rumah, bertemu keluarga.

Artwork Pulang sebenarnya terinspirasi dari seorang Seniman Visual Jepang bernama Hiroshi Nagai dan dikerjakan oleh Sigit Ezra, salah satu dari dua Irama Pantai Selatan. Mereka mencoba lebih sederhana dari artwork-artwork sebelumnya, Kapal Ferry yang berada di artwork tersebut menggambarkan Anak Buah Kapal tersebut sedang dalam perjalanan pulang ke rumah.



More information:
Instagram: @iramapantaiselatan




Salah satu lagu miliknya Grow Rich yang berjudul 'Kawan Lama' sudah bisa kalian dengarkan!

No comments

kawan-lama-lagu-milikya-Grow-Rich-sudah-bisa-kalian-dengarkan

Grow Rich; Mini album terbaru Grow Rich yang bertajuk 'Frantic Semantic EP' rencananya akan dirilis pada 4 Juni mendatang. Namun hari ini salah satu lagu yang berjudul 'Kawan Lama', dari EP tersebut sudah dapat kalian didengarkan, lagu tersebut .

Di lagu 'Kawan Lama', musik, lirik, vokal, bass dan gitar digarap oleh Abdur Rahim Latada, Arya Gilang Laksana (Dead Vertical) isi drum. Sampai pada detik 1.05 sampai selesai semua seksi gitar pada lagu 'Kawan Lama' diisi oleh Pandu Fuzztoni (Morfem, zzuf, The Adams).

'Kawan Lama' miliknya Grow Rich bisa kalian dengarkan pada tautan dibawah ini:



*

Pada Saatnya single terbaru dari Sisilia Virgana

No comments
pada-saatnya-single-terbaru-dari-silsilia-virgana-kepsir-com

Sisilia Virgana;
Setelah memukau lewat We Love ABC, anak-anak keluarga Virgana sekarang siap mempersembahkan single terbaru dari Sisilia Virgana berjudul 'Pada Saatnya'.

Musik : Sisilia Virgana, Satria Virgana
Lirik : Ricky Virgana
Sisilia Virgana - Vocal, Cello, Synthesizer, Glockenspiel
Satria Virgana - Electric Guitar, Noise
Ricky Virgana - Bass
John Navid - Drums
Direkam oleh Ricky Virgana di Vakansi Studio
Mixing oleh Zaindra Putra di Vakansi Studio
Mastering oleh Zaindra Putra di Vakansi Studio
Artwork oleh Kamaratih @_kamaratih
Diproduksi oleh Kaimana Records di Jakarta pada April 2019
Dirilis pada 30 Mei 2019

'Pada Saatnya' tersedia di sejumlah toko musik digital.





Metallic hardcore band Dagger release new track discussing representation

No comments

Monday, June 03, 2019

kepsir-com-metallic-hardcore-band-dagger-release-new-track-discussing-representation
Doc. Bryner Tan

Dagger;
Metallic hardcore band Dagger have discharged a fresh track entitled Step Back. The song options Summa Li, musician of Hong Kong melodic death metal band Escharotic. The track is streaming below and is out there at no cost transfer on their bandcamp: daggerhongkong.bandcamp.com

The band states:

“This song was written to inspire all people to consider illustration within the underground scene (mainly in Hong Kong however will after all be applied anywhere) by asking the questions:

Is there enough representation?
Is there enough selection in voices/perspectives?
Are we tend to doing enough to vary the standing quo?
Do we even care?

To make this song very move, we tend to invited somebody UN agency we really respect within the underground community, Summa Li of Escharotic, to precise her thoughts concerning her struggles and what this music means that to her. each lyrically and showing emotion – she nailed it in one or 2 takes. whereas we tend to were researching for this song, we tend to asked a number of our nearest friends UN agency play in significant bands in Hong Kong concerning some of the foremost ridiculous comments they’ve received from folks. Here are a pair of the most important doozies:

“A woman that sings this kind of music isn't somebody you ought to marry.”
“This is what i used to be told after I was making an attempt to search out a band to play in: “Play during a band with a girl? No means.”
“I guess you’re a reasonably sensible percussionist for a woman.”

There’s conjointly an editorial informed Metal Hammer relating to these similar sorts of ridiculous comments that is unbelievably value reading: www.loudersound.com/features/we-got-two-of-metals-best-frontwomen-to-take-down-some-angry-sexists

We’ve simply been asking ourselves, doesn’t the planet of significant music would like a lot of fascinating and distinctive voices/perspectives? which was the catalyst for the lyrics during this song.”

The band’s original musician recently departed the band, however they haven’t incomprehensible a beat as they solely discharged this track, have two a lot of recordings within the works, and can be hit the subsequent places for shows:

May twenty five – Paradisefest Bangkok
May twenty six – gap for Endzweck Bangkok
June one – island Hardcore Fest Philippines

Apparently a music video for this song is presently being altered and will be prepared during a few weeks.

More information on the band here:
Facebook: daggerhk





Power metal dari Singapore, Coup de Grâce rilis single baru

No comments

power-metal-dari-singapore-coup-degrace--rilis-single-baru


Coup de Grâce; Sudah hampir setahun sejak merilis EP debut mereka, Interitus, dan band power metal progresif Singapura ini kembali dengan suara dan dinamisme baru. Pada 1 Juni 2019, Coup de Grâce Feed Your Mind dari album mendatang "Traumatize".



More Information:
Facebook: CDG.METAL



Flying Lotus feat. Anderson Paak merilis klip video “More"

No comments

Sunday, June 02, 2019

kepsir-com-flying-lotus-feat-anderson-paak-merilis-music-video-more

Flying Lotus;
Pecinta anime pasti mengikuti karya animator Shinichiro Watanabe yang dikenal dengan karyanya ‘Cowboy Bebop’ dan dua tahun lalu merilis ‘Blade Runner: Black Out 2022’. Kini, bareng Flying Lotus Watanabe baru saja merilis klip dari single bertajuk ‘More’ dari album terbarunya yang bertitel Flamagra. Anderson Paak pun turut membantu mengisi vokal pada single ini. Seperti biasa, hasilnya nyampe banget!

Adalagi lagu-lagu yang patut kalian dengerin dari album Flamagra, antara lain tembang ballad bareng Yukimi Nagano dari Little Dragon dan track instrumental berjudul ‘Takashi’. Solange, Tierra Whack, Shabazz Palaces, Toro Y Moi, Denzel Curry, David Lynch dan George Clinton juga turut serta memeriahkan album ini sebagai kolaborator.



Pada album yang keenam ini terasa banget kalau Flying Lotus sedang mengeksplorasi jazz funk-nya. Meski awalnya diduga bakal seperti album-album sebelumnya yang nge-beat banget, namun kali ini unsur jazznya cukup menonjol. Berkat kolaboratornya yang sudah sering bantu-bantu seperti pemain keyboard Brandon Coleman, Dennis Hamm dan Taylor Graves, multi instrumentalist Miguel Atwood-Ferguson ,dan yang terpenting Stephen Bruner atau lebih dikenal dengan nama Thundercat yang ngebantu di departemen bass.

Steve Ellison nama asli Flying Lotus menghabiskan waktu selama lima tahun untuk album ini.





3 track dari album Self Titled miliknya Paint In Black, kini tersedia di layanan musik streaming!

No comments
Pain In Black - Self Titled

Paint In Black; April 2018 lalu, Paint In Black merilis album Selft Titled yang berisikan 10 (sepuluh) single diliris dalam bentuk compact disk (CD). Album yang menjadi anak sulung setelah kurang lebih berkiprah di skena musik metal underground selama 10 tahun.

Dengan memainkan musik modern metal yang memainkan riff gitar rendah sarat distorsi,
KEPSIR Article
Baca Juga: Suar, tentang Tuhan dan pertanyaan yang tak hendak dijawab dari Polka Wars
kini 3 track dari album Self Titled miliknya Paint In Black diantaranya Mata Api, Rise Up For Real Life dan Rantai Berantai, kini sudah tersedia pada seluruh digital music streaming terhitung sejak 2 Juni 2019.

Album Self Titled tersedia pada seluruh layanan musik streaming seperti Spotify, Apple Music, Deezer, bahkan Amazon Music. Bekerjasama dengan Nagasaki Kohaku Production dalam pendistribusian-nya.






Suar : tentang Tuhan dan pertanyaan yang tak hendak dijawab dari Polka Wars

No comments

Polka Wars;Setelah mengeluarkan double-single; Rekam Jejak dan Mapan serta single Mandiri pada akhir 2018, Polka Wars kembali dengan single terbaru mereka berjudul 'Suar'. Polka Wars menunjukkan kekuatan eksplorasi masing-masing personilnya, Karaeng Adjie, Billy Saleh, Xandega Tahajuansya dan Giovanni Rahmadeva. Melalui 'Suar', Polka Wars mensyaratkan bahwa album terbaru mereka 'Bani Bumi' bukan proyek individu tetapi karya kolektif di mana setiap personil dapat mengekspresikan keterampilan menyanyi mereka dan membuat lirik yang kuat.

'Suar' adalah single yang terdapat di album terbarunya, Bani Bumi. 'Suar' sendiri ditulis oleh sang drummer Giovanni Rahmadeva, melalui refleksi pribadinya.

Doc. Polka Wars

“(Suar berkisah) tentang hubungan manusia yang berhenti untuk meminta. “Mengenai keengganan manusia untuk meminta dan meminta lagi karena tidak bisa mencerna mana yang merupakan obat mana yang merupakan racun, dan mana yang merupakan jawaban mana yang merupakan ujian,” kata Deva.

Suar dimaknai sebagai sikap pasrah menerima keadaan sekaligus melihat bagaimana Tuhan dan semesta bekerja.

“Tak hanya itu Suar juga merupakan pengingat bahwa manusia memerlukan momen untuk berhenti sejenak dan membiarkan angin membawa kita kemana Ia inginkan. Suar ialah titik netral dari sebuah perjalanan, di mana seorang manusia memilih untuk ‘netral’ dan bersandar pasrah terombang-ambing gelombang tenang dalam samudera yang luas,” tutup Deva.

Awalnya, Suar merupakan lagu "pelengkap" album Bani Bumi. Tetapi Lafa Pratomo sang produser memandang berbeda terhadap lagu tersebut.

Lafa melihat potensi besar dari Suar yang sebelumnya tidak masuk dalam radar sebagai lagu andalan.

“Namun saya tidak pernah sepakat akan pernyataan itu, karena sejak awal mendengar, saya mendengar embrio magis dari Suar, hanya perlu dibiarkan tumbuh saja,” ujar Lafa.

Polka Wars juga mengajak Sandrayanti Fay untuk berkolaborasi membawakan singel ini.





Skandal resmi merilis single terbaru bertajuk “Racau”

No comments

Saturday, June 01, 2019


Skandal; Ada kemungkinan besar yang bisa terjadi ketika kita terpapar dengan kebisingan kota, yaitu amarah yang tak terbendung. Namun, suara bising dari jalanan dan gambaran kemacetan justru berbuah karya bagi Skandal. Band independen asal Yogyakarta yang beraliran alternative pop, indie rock, dan pop rock ini menuangkannya dalam lagu berjudul “Racau”.

Lagu “Racau” bermula dari pengalaman pribadi gitaris/vokalis Skandal, Robertus Febrian ketika terjebak kemacetan di jalan utama area Seturan, Yogyakarta. Ia sering menghibur diri dengan mengeluarkan bunyi berulang-ulang dan kata-kata absurd. Sebagai band yang tinggal di sebuah kota dengan aktivitas penduduk yang padat dan penuh kesibukan, mereka juga memaknai kata “racau” sebagai suara-suara kebisingan kota yang tiap hari didengar.

“Lagu ini berawal dari kegelisahan saya tentang kemacetan. Ya, mungkin enggak seberapa, tetapi cukup mengganggu mobilitas saat bepergian. Kegelisahan itu pun saya rekam di pocket notebook dengan beberapa akord gitar, lalu saya nyanyikan,” kata Robert.

Materi lagu sebenarnya sudah siap sejak pertengahan 2018, tetapi baru benar-benar diproduksi dan direkam pada awal 2019. Menurut band, tahun ini menjadi momen yang tepat untuk merilis single “Racau” karena mereka cukup lama tidak mengeluarkan rilisan baru sejak mini album pertama, Sugar (2017).

Demi semakin menyebarluaskan lagu, Skandal merilisnya dalam format digital. Langkah ini dianggap relevan pada era sekarang, ditambah lagi semakin banyaknya platform streaming musik digital yang mudah diakses oleh jamak orang.



“Bisa merilis ‘Racau’ adalah hal yang menyenangkan. Artinya, kami masih bisa lumayan produktif merilis karya baru di tengah-tengah kompromi bahwa band ini adalah band jarak jauh. Saya tinggal di Jakarta, sementara personel lainnya menetap di Yogyakarta. Saya pribadi juga sangat menyukai materi lagunya. Sekarang sepertinya menjadi lagu favorit saya untuk dimainkan secara langsung,” kata vokalis, Yogha Prasiddhamukti.

Sedangkan gitaris Rheza Ibrahim menambahkan, “Pada lagu ini, saya mencoba untuk lebih menyederhanakan kembali penggunaan dan pemilihan warna sound gitar, tanpa racikan khusus dan setting yang njelimet. Saya melihat kedewasaan Skandal dalam lagu ini. Semoga bisa menjadi semangat dan energi baru bagi kami dalam berkarya.”

Dengan hadirnya “Racau”, band berharap orang lain juga menggemari lagu ini seperti yang dirasakan oleh para personel.
KEPSIR Article
Baca: Speaker First resmi bergabung dengan label International BMG
Harapan lainnya, lebih banyak lagi orang yang mengetahui keberadaan Skandal dan mencari tahu karya-karya sebelumnya.

“Ini semacam lembaran baru bagi Skandal, baik secara musik maupun pola kerja band. Semoga “Racau" bisa menjadi gerbang pembuka untuk pengalaman dan
kolaborasi yang baru lainnya,” ujar Argha Mahendra selaku drummer Skandal.

Lagu “Racau” akan dirilis oleh label independen asal Tangerang, Langen Srawa Records, pada 31 Mei 2019 secara digital. Tersedia serentak di Spotify, iTunes, JOOX, dan platform digital lainnya. Band juga akan memasukannya ke dalam situs Bandcamp milik Skandal.

Selain rilis dalam format digital, rencananya lagu “Racau” juga akan dirilis dalam format fisik berupa kaset dalam waktu dekat oleh label yang sama. Rilisan kaset tersebut merupakan rilisan split single dengan unit indie rock asal Bogor, Texpack.

Sebagai informasi, Langen Srawa Records juga merilis beberapa karya pada 2019, yaitu kaset single Sejuknya Mobil Bapakmu (The Rang-Rangs), 16 to 18 (High Therapy), Best Kept Secret (Beeswax, Social Circuit & Tapestry), dan I Am Ij Sin A (Humi Dumi). Daftar rilisan lainnya dapat dilihat di akun resmi Instagram @langensrawarecords.

Skandal merupakan band yang memainkan gaya musik alternative pop, indie rock, dan pop rock dengan pengaruh kental era 90-an yang berasal dari Yogyakarta. Personel terdiri atas Yogha Prasiddhamukti (vokalis, tamborin), Rheza Ibrahim (gitaris), Robertus Febrian Valentino (gitaris, vokalis), dan Argha Mahendra (drummer). Skandal mulai dibentuk pada 2011 dan sudah mengalami beberapa kali pergantian personel. Sejumlah karya yang telah dirilis adalah Sugar/Skandal demo single (2011), “Superfine” single (2016), Sugar EP (2017) juga karya mereka yang terbaru “Racau” single (2019) dan Single Split with Texpack (2019).



More Information:
Instagram: skandalrockband
Twitter: skandalrockband
Facebook: skandal.id
Bandcamp: skandalrockband
or
Twitter: langensrawarecs
Instagram: langensrawarecords