Lightcraft akan tampil di Monsoon Music Festival 2019 Vietnam & Bangkok Music City 2019, Thailand - Kepsir | Musik, seni, ulasan, video, galeri, blog dan lainnya.



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

No

Home Layout Display

No

Posts Title Display

No

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page

Jakarta, 29 October 2019 – Mimpi mereka adalah untuk menyatukan orang-orang, apapun perbedaan latar belakang mereka. Keinginan besar mereka ini juga turut dituangkan di album teranyar mereka “Us Is All”. Setelah menyebarkan pesan tentang harapan, cinta, dan damai ke Jepang, Amerika Serikat, Tiongkok dan Singapura sepanjang tahun ini, kwartet anthemic indie rock asal Jakarta lightcraft siap untuk membawa cahaya harapan mereka ke Hanoi, Vietnam dan Bangkok, Thailand pada bulan November ini saat mereka tampil di Monsoon Music Festival 2019 dan Bangkok Music City 2019.

lightcraft \ Doc. lightcraft

“Ini merupakan saat-saat yang menggembirakan untuk kami. Sudah menjadi harapan serta tujuan kami untuk dapat membawa “Us Is All” kepada sebanyak mungkin pendengar dimanapun mereka berada. Dan mendapat kesempatan untuk tampil di dua festival musik di dua negara berbeda dalam penghujung minggu yang sama memang lebih dari sempurna!” ujar sang vokalis Imam.
[post_ad]
lightcraft sendiri belum pernah menginjakkan kaki di tanah Vietnam, walaupun sudah mempunyai segelintir pendengar di negara tersebut. Ini akan menjadi sebuah pengalaman baru bagi mereka, dan sebuah prestasi yang spektakuler. Monsoon Music Festival 2019 sendiri pertama kali dilangsungkan pada tahun 2014 dan menjadi satu-satunya festival musik yang digelar di Benteng Kekaisaran Thang Long. Dalam kurun waktu lima tahun, festival ini telah tumbuh menjadi salah satu acara musik terbesar di negara ini, menampilkan sederet talenta Vietnam terbaik berdampingan dengan para bintang kenamaan dunia seperti Joss Stone, Bond, dan Scorpions.




S
elain lightcraft, edisi tahun ini turut menampilkan dua band pujaan Korea Selatan ADOY dan Hyukoh, sensasi global asal Thailand Phum Viphurit, penyanyi Israel Totemo, dan band idola asal Irlandia yaitu Kodaline. “Tidak ada kata-kata yang mampu menjabarkan perasaan kami karena diberikan kesempatan satu panggung dengan nama-nama besar tersebut; susah dipercaya. Maksud saya, kami ngefans dengan Kodaline, Phum Viphurit, dan ADOY,
jadi ini pasti akan sangat istimewa,” ungkap kibordis Enrico.

Selain itu, lightcraft juga belum pernah tampil di sebuah festival musik di Bangkok, Thailand, terlepas dari beberapa acara-acara kecil di masa lalu. Maka kesempatan untuk kembali ke Negeri Gajah Putih dan tampil di Bangkok Music City 2019 tidak kalah menggembirakan bagi mereka. Sebuah konferensi musik internasional dan showcase festival yang pertama di negaranya, tahun ini menandakan perhelatan perdana Bangkok Music City.

Dicanangkan bersama antara Fungjai dan NYLON Thailand, Bangkok Music City 2019 akan melihat lightcraft tampil bersama rekan-rekan musisi senegara seperti Scaller, .Feast, Tanayu, Irama Pantai Selatan dan Logic Lost, unit rock asal Taiwan 88Balaz, band-band asal Malaysia An Honest Mistake dan Bayangan, perwakilan Jepang Deep Sea Divers dan omni sight, dan masih banyak lagi.

“Dapat kembali ke Bangkok dan tampil di sebuah acara yang sangat seru sungguh menakjubkan. Kami begitu antusias untuk ini, terlebih lagi dengan kesempatan dapat berbagi panggung dengan rekan senegara di negeri orang!” cetus gitaris Fari.



Jadwal penampilan lightcraft di Monsoon Music Festival 2019 dan Bangkok Music City
2019:


Monsoon Music Festival 2019

Imperial Citadel of Thang Long
Hanoi, Vietnam
Sabtu, 2 November
Main Stage
Waktu: 6.30pm


Bangkok Music City 2019
Soy Sauce Factory
Bangkok, Thailand
Minggu, 3 November
Waktu: 10.30pm



More information:
E-mail: lightcraftmusic@gmail.com
Official Website: lightcraftmusic.com
Facebook: lightcraftmusic
Twitter: @lightcraftmusic
Instagram: @lightcraftmusic
SoundCloud: lightcraft
YouTube: lightcraftvideos
Bandcamp: lightcraft.bandcamp.com
Spotify:  lightcraft



lightcraft

lightcraft melabuhkan harapan dan mimpi empat pria asal Jakarta, Indonesia; sebuah bentuk penjelmaan keberanian dan kegigihan dari perjuangan mereka. Secara unik menarasikan energi dan semangat kemanusiaan, musik mereka yang mempunyai ciri khas anthemic indie rock yang siap dikumandangkan di stadion ini – terinspirasi dari Coldplay, Snow Patrol, Sigur Rós, Mew, dan banyak lagi – mengedepankan rasa melodrama yang tinggi yang dapat terdengar dari setiap baris di dalam lirik mereka dan dapat dirasakan dari setiap not yang mereka hasilkan. Semua ini digabung menjadi sebuah kesatuan simbol keberagaman, direpresentasikan oleh empat individu berbeda yang menjadikan lightcraft sebagai sebuah entitas yang kuat dan kokoh.

Tema humanis nan sederhana seperti ikatan emosional sebuah persahabatan, momen-momen yang mengubah hidup, dan juga fenomena global seperti imigrasi penduduk yang terjadi di dunia digambarkan secara spontan di dalam musik mereka – sebuah pencapaian yang diraih melalui dedikasi yang sungguh-sungguh.

Terbentuk pertama kali pada tahun 2005 saat para pendiri band Imam, Fari, and Enrico menjalani studi di Malaysia – drummer Yopi baru bergabung di tahun 2012 – mereka telah mengeluarkan beberapa rilisan yang telah memikat hati dan telinga para pendengarnya. Rilisan pertama mereka adalah sebuah EP yang berjudul “The Modern Seasons” diluncurkan pada 2006. Album perdana mereka “Losing Northern Lights” ditelurkan di tahun 2008, diikuti dengan album penuh kedua mereka “Colours Of Joy” di tahun 2014. Di tahun 2015, “Love Songs & Lullabies” – sebuah kaset antologi yang menampilkan beberapa lagu-lagu dari tiga rilisan mereka sebelumnya – dirilis oleh Nanaba Records. Kemudian sebuah split mini CD bersama unit indie-rock asal New Jersey Wyland yang bertajuk “Kindred Spirits” dilepas pada September 2016. Di bulan November 2016, mereka meluncurkan EP “Another Life”.

Lightcraft merilis album ketiga mereka yang bertajuk “Us Is All” pada Februari 2019, yang berisikan 11 lagu yang sinematik dan energetic, termasuk single-single seperti “Walk On Fire”, “Home (feat Ananda Badudu)”, “...And The Morning Comes Too Soon (feat Neonomora)”, “Into The Wild (feat
Ryan Sloan)”, dan “Bones”. Diproduksi oleh Firzi O (Matajiwa, Sentimental Moods, Zeke And The Popo) di Studio Masak Suara, album ini menawarkan sebuah pengalaman unik nan berbeda bagi para pendengar.

Ketika tampil di atas panggung, lightcraft menjelma menjadi sebuah kekuatan yang patut diperhitungkan, menyalurkan energi magis yang membuat emosi para penonton bergejolak; mempesona mereka hingga detik terakhir. Dikombinasikan dengan musik mereka yang unik, perpaduan ini telah membawa mereka ke berbagai penjuru dunia, termasuk tampil di festival musik internasional bergengsi dan panggung-panggung ternama seperti di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, India, Mongolia, Tiongkok, Jepang, Kanada, Amerika Serikat, Rusia, dan Britania Raya, meliputi berbagai festival prestisius yaitu SXSW, Liverpool Sound City, V-Rox, Taihu Midi Festival, MUSEXPO, We The Fest, Canadian Music Week, Indie Week Canada, Saarang, Music Matters Live, Zandari Festa, Baybeats Music Festival, B Festival, Playtime Festival, Sakurazaka Asylum, Taichung International Cuisines Festival dan banyak lagi.

Sebagai sebuah band yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusian, kelestarian lingkungan hidup, dan masa depan dunia, lightcraft ditunjuk menjadi duta bagi organisasi nirlaba peduli lingkungan Bersih Nyok! dan juga turut serta memberikan dukungan terhadap The Borneo Orangutan Survival Foundation dan Sahabat Anak Foundation.

Karir musik lightcraft bertujuan untuk menciptakan sebuah momentum untuk melangkah lebih jauh lagi; mendobrak batasan dan mewujudkan petualangan yang penuh arti dalam hidup.


Keep dreaming of the bees and the butterflies. - lightcraft

Baca Juga:

ADS