Distorsi Akustik resmi meluncurkan mini album mereka yang kedua Puan - Kepsir | Musik, seni, ulasan, video, galeri, blog dan lainnya.



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

No

Home Layout Display

No

Posts Title Display

No

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page
Distorsi Akustik - PUAN
D
istorsi Akustik, band alternatif dari Semarang, resmi meluncurkan mini album mereka yang kedua dalam kemasan CD pada tanggal 30 Agustus lalu. Berisi lima lagu baru dan dua bonus track, album dengan tajuk "PUAN" berdurasi hampir satu jam ini membentang lirik-lirik kritis yang bersinggungan dengan isu perempuan.

Sebelumnya salah satu materi album ini berjudul "Tuhan Baru Bernama Gadget" telah diluncurkan sebagai rilisan single serta dua buah viedo klip dari lagu yang berjudul "Peringatkan Arina" dan "Tidak Ada Tempat Untuk Warna Abu-Abu di Kotak Pastel". Distorsi Akustik, telah lebih dulu meluncurkan mini album "PU7I UTOMO" pada tahun 2015 melalui netlabel Valetna Records serta dalam kemasan CD pada tahun 2016.

Kini Distorsi Akustik di perkuat oleh Viko Yudha Prasetya (Vokal), Ragil Pamungkas (Drum), Hersandi Dipta (Gitar), Taufik Adi (Bass), Bahar Syafi'i (Gitar) dan Muhammad Fajar Pandu (Keyboard & Gitar) kemasan album ini juga menyertakan sebuah zine yang merangkum aksi kolaborasi dengan berbagai artis lintas disiplin.
[post_ad]
"Kami mengajak kawan - kawan pegiat seni gambar, musisi, penulis dan beberapa kolektif di Semarang untuk terlibat dalam kemasan zine album ini, ikut ambil bagian mengkampanyekan pergerakan isu perempuan ini untuk bisa sampai ke permukaan" ucap Viko Yudha Prasetya, sang vokalis.

Distorsi Akustik - PUAN

Tak kurang perupa gambar dari Semarang seperti Luthfi Debronzes, Anto Tantowi, Irwan GS, Garna Raditya, Yus Ariyanto, Ferdinandus Erdin, Mayvina Situmorang, Chelsy Yeah, Adi Laksito dan Pujo Nugroho, urun karya dalam kemasan zine tersebut.

"Tidak ada yang bisa diharapkan dari sebuah dunia yang berjalan dalam sebuah ketimpangan. Termasuk di dalamnya ketidak-adilan porsi peran serta dan pastisipasi antara laki-laki dan perempuan" tambah Ragil Pamungkas, sang drummer.

"Kami sengaja merilis resmi album ini pada tanggal 30 agustus 2019 bertepatan dengan hari Orang Hilang Internasional, walaupun pendistribusian CD "Puan" sudah beredar sebelumnya dalam jumlah terbatas" tambah Hersan Dipta Putra.

Baca Juga:

ADS