Katanya, Ngedengerin Musik Hip Hop Bisa Ngurangin Gejala Depresi - Kepsir | Musik, seni, ulasan, video, galeri, blog dan lainnya.



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

No

Home Layout Display

No

Posts Title Display

No

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page



Pada tahun 2017, Logic ngebuat lagu yang menyampaikan pesan kalo kesehatan mental perlu diperhatikan. Hal itu ia katakan pada saat perhelatan MTV VMAs pada tahun 2017. Masyarakat perlahan mulai teredukasi perihal gejala dan ciri-ciri gangguan kesehatan mental, salah satunya depresi. Depresi merupakan gangguan mental yang sering menyerang masyarakat dewasa ini. Gejala ini enggak mengenal usia, profesi dan status sosial.

Musik hip hop menarik buat dijadiin bahan penelitian sama peneliti Inggris. Hasilnya ditemuin kalo musik hip hop bisa ngobatin penderita depersi dan skizofrenia. Gagasan ini dikemukakan sama Becky Inkster, neuroscientist dari jurusan psikiatri Universitas Cambridge dan Akeem Sule, konsultan psikiater dari South Essex Partnership Trust.

1. Terapi awal yang diterapin adalah menulis lirik dan ngerap.


Becky Inkster dan Akeem Sule ngebuar wadah untuk pengobatan depresi bernama Hip Hop Psych, pengobatan gejala depresi dengan pendekatan musik hip hop. Dalam Hip Hop Psych, para penderita diarahin buat menulis lirik dan ngerap sebagai bagian dari terapi. Bahkan mereka ngusulin hip hop digunain buat mengajar mahasiswa kedokteran tentang penyakit psikiatri.

"Salah satu teknik yang kami mau jelajahi adalah individu yang ngelakuin terapi ini untuk menulis di mana mereka melihat diri mereka pada satu atau dua tahun yang lalu dan ngegunain lirik rap untuk nyeritain masa lalu mereka," kata Inkster.

Terapi ini terinspirasi dari kisah hidup artis hip hop yang pernah terjerumus kedalam jeratan hitam. Narkoba, kekerasan dan perang antar kelompok dapat mempengaruhi seseorang mengalami depresi.

2. Lagu "Happy" punya Pharrell Williams jadi andalan untuk terapi hip hop.
Dari semua lagu hip hop, lagu Happy dari Pharell Williams dianggap punya efek magis bagi penderita depresi. Lagu yang catchy dan lirik yang sederhana tapi pesan yang disampein gampang diterima pendengarnya. Kayak penggalan dari lirik Happy.

Here comes the bad news talking this and that, yeah,
Well, give me all you got, and don't hold it back, yeah,
Well, I should probably color you I'll be just fine, yeah,
No offense to you, don't waste your time.

Selain lagu Happy, lagu punyanya si Professor Green yang berjudul Lullaby nyeritain gimana dia ngehadapin derpresi. Apalagi semenjak ayahnya meninggal karena bunuh diri.

"Hip-hop pada umumnya, dan rap pada khususnya, sering membawa pesan yang jauh lebih kompleks daripada yang umumnya dihargai," tambah Inkster.

"Itu menjadikannya media yang ideal untuk membantu individu memahami masalah psikologis mereka dan untuk menemukan cara untuk menghadapinya."

3. Musik hip hop jadi katarsis bagi pendengar dan pelaku.
Keunggulan hip hop dibandingin sama genre musik lainnya adalah penyampaian lirik lebih luas. Untuk satu lagu bisa terdiri dari 2-3 verse, satu verse terdiri dari 12-16 bar. Jadi rapper punya banyak ruang untuk berekspresi. Setiap lirik yang ditulis terkadang memiliki emosi sampe kerasa lebih nampol.

Inilah yang terjadi sama Professor Green, rapper asal Inggris, menulis lirik ngebuat dia bisa ngeluarin unek-unek di kepalanya, dimana semua itu tercampur aduk dan bergumam. Ketika mulai menulis di kertas, semua keresahan bakal keluar dan bisa ngebantu ngeliat dan ngamatin dengan jernih. Sampai akhirnya jadi lagu berjudul Lullaby dan Read All About It yang terinspirasi dari pengalamann menghadapi depresi.

4. Hip hop juga ngebantu penderita depresi ngembaliin kepercayaan diri.
Kebanyakan penderita depresi sulit ngejelasin apa yang terjadi pada dirinya.

"Tetapi jika kamu meminta mereka untuk ngerap. Mereka bisa kok," kata Akeem Sule.
"Kamu menemukan cerita berharga. Mereka membuka pendanganmu lebih luas."

Salah satu pasien dari Dr Akeem Sule bernama Ice udah ngebuktiinya. Sebelum ngerap, Ice pergi ke rumah sakit karena punya gangguan mental. Ia ngejalanin pengobatan buat skizofrenia paranoid. Waktu ia mulai ngerap, malah justru benar-benar ngebantu.

"Itu membuat pikiranku tenang," kata Ice. "Suatu hari orang-orang akan menyukai musik saya. Saya bisa menjadi teladan bagi orang-orang yang menjalani cobaan dan kesengsaraan."

Selain Ice, Stickz juga ngalamin gangguan bi-polar dan harus dirawat di rumah sakit. Stickz bisa sembuh dari gangguan itu karena ngerap. Membuat lirik rap ngebantu nemuin kepercayaan dirinya dan ngebentuk karakter aslinya.

"Alih-alih berbicara tentang hal-hal yang telah saya lalui atau harus jelaskan, saya ngerap tentang hal itu," Ujar Stickz.

"Kami telah menggunakan ini sebagai pemicu dan perantara untuk terhubung dengan orang-orang muda," kata Becky Inkster.

"Sulit untuk melakukan kontak dengan mereka dan sulit untuk mentransfer pengetahuan tetapi menggunakan hip-hop berarti mereka mendiskusikan berbagai hall dan mengalir begitu saja."

*I-O-S

KEPSIR.com 
Baca Juga:

ADS