Stigma yang Paling Buruk Ialah di-Cap Cewek Binal - Kepsir | Musik, seni, ulasan, video, galeri, blog dan lainnya.



Theme Layout

Theme Translation

Trending Posts Display

No

Home Layout Display

No

Posts Title Display

No

404

We Are Sorry, Page Not Found

Home Page


Cewek Binal!
Entah kenapa sosok cewek itu masih aja selalu dirugiin di setiap lini kehidupan. Stigma yang paling buruk adalah di-cap cewek binal. Mungkin karena cuma kaum hawa yang wajib buat ngejaga segalanya. Kalo gak, semua orang bakalan ngehujat semaunya. Pun cewek kerap dianggap juga biang masalah dan sumber dosa. Cewek gak akan bisa nyalurin kekuatan mereka, karena selalu dianggap lemah, kerap dianggap perasa bukan pemikir. ~ masih...

Gak lupa, disini juga gue mau mengomentari tulisan dari salah seorang cewek yang juga ikut melabeli kaumnya sebagai cewek binal. Dia menuliskannya di Kompasiana. Dia menuliskan secara detail kalo perempuan yang baik dan benar itu harus tertutup.

Tapi, sikap apriori orang kebanyakan di mana saja pun berada tentu gak bisa dijadiin acuan secara serampangan. Lalu kapan kita bisa bilang kepada kaum adam dengan sebutan cowok binal?!
Kayaknya celah itu sangat sedikit, karena cowok binal cuma diasosi-in kepada yang melabeli diri sebagai gigolo atau mungkin simpanan tante-tante. Sedangkan ketika bicara cewek, banyak sekali celahnya. Padahal belum melabeli diri sebagai seorang cewek panggilan ketika pulang malam sudah dicap cewek binal/murahan/gampangan. Apalagi kalo pakai baju terbuka, makin aja dah diamini pra-anggapan buruk itu.

Ditambah dengan budaya ketimuran atau khususnya Jawa yang selalu menasehati anak ceweknya agar gak pulang larut malam. Karena anak perawan pulang malam itu masih dan sangat dianggap buruk. Padahal pulang larut malam itu banyak alasannya. Bisa saja lembur kerja atau kerja kelompok. Kenapa tetangga kita lebih memilih berburuk sangka dengan kehidupan pribadi seorang cewek? Lalu, cowok boleh pulang sampai pagi sekalipun? Aneh?! Dianggap lazim, meskipun sejak malam hingga pagi yang dilakukan oleh si cowok itu bisa juga cuma hal-hal negatif.

Bahkan ada satu cerita yang dialami oleh salah satu teman cewek gue, sebut ajalah namanya Tiara. Dia merupakan seorang guru di sekolah menengah atas swasta yang ada pondok pesantrennya. Jadi kesan religius begitu kental, dia pun sebelum mengajar sudah menggunakan jilbab.

Sekali waktu, Tiara pernah mengalami pengalaman yang kurang mengenakkan. Karena akun FB-nya diobok-obok oleh salah satu muridnya kemudian mengunggah foto-fotonya yang masih belum menggunakan jilbab ketika main di pantai bersama kawan-kawannya saat awal kuliah. Karena diunggah di grup kelas si murid, foto itu pun jadi perbincangan banyak orang. Hingga pada akhirnya Tiara tahu foto-fotonya dijadikan bahan pergunjingan dari salah satu staf di sekolahnya.

Si staf sekolah itu ngasih tau Tiara kalo fotonya dijadiin omongan sama banyak orang. Karena gak mengenakan jilbab dan main di pantai. Sebelum memberitahu ihwal fotonya tersebar, si staf itu melontarkan kalimat yang menyesakkan hati. “Bu, dulu kamu cewek binal ya?,” kata si pria itu. “Loh, kok bisa bilang gitu?,” jawab Tiara. “Lha itu bu, fotomu yang enggak pakai jilbab pakai celana jins di pantai itu sekarang jadi bahan omongan murid-murid,” kata si pria yang gampang menuduh itu. “Ya ampun, itu kan tarafnya masih sopan. Dan perlu diakui, saya dulunya memang belum berjilbab. Tapi dandanan saya dari dulu ya sopan,” tutur Tiara.

Dari cerita itu sangat terlihat kalo masih banyak manusia yang menuduh sosok cewek dengan sebutan cewek binal hanya karena pakaiannya gak tertutup seperti layaknya orang religius pada umumnya. Karena itu, gak heran budaya pemerkosaan masih aja selalu menyalahkan pihak cewek yang jelas-jelas merupakan korban.

Ada juga contoh lainnya, ketika ada satu orang cowok dan satu orang cewek lagi asyik ngobrol. Ibaratnya mereka baru saling mengenal. Makin lama obrolan si cowok ngejurus pada ungkapan-ungkapan mesum. Contohnya, pancingan-pancingan suka nonton bokep. Terus ngarah ke kalimat semacam ‘Aku sange deh pas lihat kamu tadi posting foto bangun tidur di Instagram’. Syukurnya, si cewek ngerespon dengan senang hati. Tanpa pikir panjang, otak si cowok pasti langsung ngelabelin si cewek yang baru dikenalnya itu gampangan.

Sayangnya, gak jauh berbeda ketika ngelihat para cewek ngeluarin ungkapan ‘rahimku anget’ atau ‘ovarium meledak’ ke sosok cowok yang dikaguminya. Kemudian si cowok pun juga menanggapi dengan berbangga diri sama halnya dengan respon si cewek yang diajak ngobrol mesum tadi. Tapi kenyataannya apa? Tetep si cewek ‘rahim anget’ yang dianggap murahan sama banyak orang, bukan si cowok yang berbangga hati itu. Karena secara naluri, cowok disuruh buka celana sama cewek lebih banyak nurutnya pasti. Berbeda dengan cewek kalo disuruh buka bajunya sama cowok yang gak dikenal pasti ketakutan.


***
Bhagasdani
Source : guneman


www.kepsir.com
Baca Juga:

ADS