Event: Suara Perut Bumi! #Lampung

No comments

Suara Perut Bumi

07 Juli 2019
di pukul (19.00-Terbang)
Lokasi #klubsumur - Lampung

Acara Bernuansa psych-sound yang di gagas dari teman-teman penggiat dan penikmat musik "Ngawang" untuk berani ambil bagian di Beraneka ragam genre musik yang terlahir di kota Lampung

Yang memainkan dawai:
Fucking name @fuckingname69
Garuntang gank @garuntanggank
Lowres @lowres
Sunsetkilla @sunsetkilla

Catatan:
Bawa uang jajan bahkan tabungan mu! Untuk mendapatkan barang-barang dari Lapakan:
Klub sumur Store @klubsumurstore
Walrus Store @lapakwalrus

Selamat bersenang-senang! Jangan lupa sadar!

Artwork oleh : @sinkink ganasss !!



"Ode To Lampung Prov", sebuah persembahan dari Fatman untuk Provinsi Lampung!

No comments

Ode To Lampung Prov, sebuah persembahan dari Fatman untuk Provinsi Lampung!
Doc. Fatman/Punk/Lampung.

Fatman;
Setelah merilis album perdana bertajuk “Am I In Wrong Generation?” (2016), Fatman, unit punk dari Lampung yang beranggotakan Adam Aldino (Drum), Dwi Prakoso (Bass) dan Luthfi Satria (Vokal dan Gitar), kembali merilis EP bertajuk “Ode To Lampung Prov” yang merupakan respon Fatman terhadap fenomena sosial yang terjadi di Indonesia maupun di kota kelahiran mereka, Bandar Lampung.

Pasca 2 tahun setelah perilisan album perdana, Tahun 2018 Fatman kembali masuk ke studio dan merampungkan materi EP “Ode To Lampung Prov”. Kali ini pada “Ode To Lampung Prov”, Fatman mendedikasikan EP Ini untuk Provinsi Lampung, tepatnya kota Bandar lampung yang menjadi tempat asal mereka lahir dan menetap hingga saat ini.

Fatman percaya bahwa dengan keragaman suku dan budaya dari seluruh Nusantara yang ada di Provinsi Lampung, Provinsi Lampung dapat lebih produktif dan berkembang terutama pada bidang pembangunan industri kreatif yang telah banyak bermunculan beberapa tahun kebelakangan ini yang di gawangi oleh muda mudi penduduk Kota Bandar Lampung maupun Provinsi Lampung Itu sendiri, bersinergi dan saling support satu sama lain adalah kunci yang dipercayai Fatman dalam perkembangan tersebut.

Ode To Lampung Prov! debut EP dari Fatman untuk Provinsi Lampung!
Artwork by Wicakspocth / Fatman - Ode To Lampung Prov.

Kini Lampung bisa dibilang sebagai “Jakarta kecil”. Karena ke ramah tamahan masyarakatnya maupun tingkat toleransinya yang tinggi, banyak masyarakat pendatang dari seluruh Indonesia yang bekerja serta menetap, bahkan beranak cucu di provinsi ini, termasuk para personil Fatman sendiri secara suku bukan asli dari Provinsi Lampung. Dibalik segala kekurangan dan ketidak setujuan akan komparasi yang irasional terhadap kota tercinta dengan kota-kota besar di Indonesia serta “labeling” hal negatif yang terjadi sampai saat ini, Lampung adalah suatu kebanggaan dan identitas untuk Fatman dimanapun dan kapanpun mereka berada. Di dasari pada keyakinan bahwa sebuah kebanggaan atau perubahan yang mengarah kepada kemajuan dari berbagai macam aspek, harus dimulai dari setiap masyarakat penduduk Provinsi Lampung itu sendiri terlepas setiap perbedaan yang ada di Provinsi Lampung. Karena mengutip dari potongan lirik Ode To Lampung Prov: “ Mak Ganta Kapan Lagi, Mak Gham Siapa Lagi?” yang berarti “Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi, Kalau Bukan Kita Siapa Lagi?”.

Selain berisi tentang rasa terima kasih Fatman terhadap tempat asal mereka lahir, Provinsi Lampung, pada track lain berisikan respon Fatman dari beberapa fenomena sosial yang terjadi di lingkungan sekitar maupun di Indonesia maupun dunia.

Pada “Ode To Lampung Prov” Fatman mengajak beberapa musisi Lampung yang turut berkolaborasi dalam beberapa track di EP ini, antara lain Ihwan Fikri dari Bekangkon Haji, Triga Irvanda dari Lowres dan Nanda Pamungkas dari Soundcity serta beberapa kerabat dekat-dekat lain yang mengisi beberapa part backing vokal di EP ini.

Keseluruhan track direkam di Nolkilometer Studio, Bandar Lampung. Pengerjaan Artwork “Ode To Lampung Prov” pun bekerja sama dengan Artworker asal Lampung, Saktia Wicaksono (Wicakspotch).

Ode To Lampung Prov” telah dirilis pada perayaan Record Store Day 2019 Lampung, tanggal 20 April di Klub Sumur, Bandar Lampung., Lampung, Indonesia.

Debut FATMAN:

Am I In Wrong Generation?
Pada tahun 2016, Fatman merilis full album bertajuk “Am I In Wrong Generation?” yang berisikan 10 track yang di rekam di Nolkilometer studio.

Am I In Wrong Generation?

Am I In Wrong Generation?



Tracks


  1. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  2. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  3. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  4. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  5. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  6. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  7. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  8. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  9. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?
  10. Fatman from the album Am I In Wrong Generation?


Pada album “Am I In Wrong Generation?” FATMAN merilis video klip “Santai Sejenak” di tahun 2017 yand garap oleh Anthony Caesar dan di sutradarai oleh Luthfi Satria. Kemudian di awal tahun 2018, bekerja sama dengan sebuah grup kreatif seni visual, Manasuka Films untuk merilis video klip “You & Me ft Nia”.








Ode To Lampung Prov
Tahun 2019, kini FATMAN kembali hadir dengan merilis sebuah EP bertajuk “Ode To Lampung Prov” yang berisikan 6 Tracks yang kembali direkam di Nolkilometer Studio.

More information:
Email: [email protected]
Instagram: @fatman.official
Twitter: @fatmanofficial
Bandcamp: fatmanoffiicial.bandcamp.com
Soundcloud: soundcloud.com/fatman-official
Youtube: https://bit.ly/2PhGj60





Oye, Adelante! : Makin Tua, SORE Makin Pancen Oye!

No comments
Oye, Adelante : Makin Tua, SORE Makin Pancen Oye

SORE;
Meski usia terus bertambah, tampaknya SORE belum ingin mengaku kalah. Di umur yang tak lagi muda, SORE akan menggelar showcase perayaan kelahiran entitas pendek terbaru mereka. EP Mevrouw yang rencananya akan disajikan secara utuh dalam showcase bertajuk Oye, Adelante! yang akan digelar pada 29 Juni 2019 di IFI Bandung.

Band yang kini digawangi oleh Bembi Gusti (Drum, Vokal), Reza Dwi Putranto (Gitar, Vokal), Awan Garnida (Bass, Vokal), serta Ade Paloh (Gitar, Vokal) telah menyiapkan bumbu-bumbu kejutan dalam rilisan terbarunya ini. Di antaranya mereka berkolaborasi dengan Vira Talisa pada lagu Rubber Song, dan penyanyi Amerika Leanna Rachel pada lagu Woo Woo.

Oye, Adelante! : Makin Tua, SORE Makin Pancen Oye!

Untuk pertunjukkan musiknya sendiri, Oye, Adelante! turut menggandeng visual artist kenamaan asal Jakarta, Gina F. Adita (@adxita) demi memberikan sentuhan-sentuhan feminin di keseluruhan set panggung. Selain itu, Oye, Adelante! juga bakal dimeriahkan oleh Vira Talisa, Audrey Singgih, Aqi “Alexa”, Karaeng Adjie (Polka Wars), serta penampilan pembuka dari band folk muda asal Bandung, Alvin & I.

Terbentuk sejak tahun 2002, SORE dikenal sebagai grup musik eklektik yang membawa nafas jazz, folk, rock, hingga chamber pop ke dalam lagu-lagunya. Setelah merilis tiga album penuh, satu kompilasi, dan satu EP, kedua single terbaru mereka, Rubber Song dan Woo Woo – adalah penanda babak baru musik SORE sekaligus pengantar yang manis akan dirilisnya EP Mevrouw ini.

Untuk informasi lebih lanjutnya, kalian bisa langsung mengunjungi social media SORE di -
Instagram: @sorezeband
Twitter: SOREband

#

Otonymous : Ali Adrian Didukung Penuh Pertamina Enduro di Kejuaraan Dunia Superbike 1000cc

No comments
Otonymous Ali Adrian Didukung Penuh Pertamina Enduro di Kejuaraan Dunia Superbike 1000cc

Otonymous - Dengan semangat membangun prestasi anak bangsa dan membawa pelumas Indonesia ke kancah international, PT Pertamina Lubricants, melalui brand unggulan untuk segmen roda duanya tahun 2019 ini resmi menjadi sponsor utama pembalap motor nasional Ali Adriansyah Rusmiputro atau yang akrab disapa Ali Adrian. Pertamina Lubricants berkomitmen mendukung Ali untuk berpartisipasi pada ajang Asian Superbike 1000cc, sebuah kelas baru yang menjadi bagian dari FIM Asia Road Racing Championship (ARRC). Ali Adrian juga akan menjadi Brand Ambassador Pertamina Enduro selama ajang balap berlangsung.

Ali Adrian akan melakoni pertarungan perdananya di Sirkuit Internasional Suzuka, Jepang pada tanggal 28-30 Juni 2019 mendatang. Di kejuaraan ini, Adrian akan bergabung dengan Onexox TKKR Sag Team dan akan menunggangi BMW S1000RR.


"Kami senang dan tentunya sangat bangga bisa mendukung kiprah Adrian sebagai salah satu pembalap nasional yang sangat berprestasi tidak hanya di Indonesia namun juga di dunia. Adrian adalah salah satu pebalap motor Indonesia yang memiliki potensi dan masa depan yang baik. Untuk jangka panjang kami melihat Adrian bisa terus berkembang dan menjadi pebalap motor yang semakin berprestasi. Ini merupakan komitmen PT Pertamina Lubricants untuk terus mendukung anak bangsa agar berprestasi di kancah dunia khususnya dalam bidang olahraga otomotif, " ujar Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants, Andria Nusa.

Di usianya yang sudah menginjak 26 tahun, Ali Adrian sudah membuktikan prestasinya diberbagai ajang bergengsi nasional dan dunia seperti National Championship Class 150cc – 600cc, Asian Championship 600cc, European Junior Cup (Superbike Championship), Bike Promotion 1st Series Spain hingga World Superbike Championship Series.

Otonymous  Ali Adrian Didukung Penuh Pertamina Enduro di Kejuaraan Dunia Superbike 1000cc

"Saya sudah tidak sabar untuk bisa turun lagi untuk balapan. Berkat dukungan penuh dari PT Pertamina Lubricants, saya akan mengikuti 4 seri kejuaraan Asian Superbike 1000 cc.," ujar  Ali Adriansyah Rusmiputro.

 "Saya yakin siap untuk kembali balapan dan tentunya saya selalu mempersiapkan diri dengan berbagai macam persiapan fisik seperti bersepeda dan jogging serta sudah mulai beradaptasi dengan tunggangan saya yakni BMW S1000RR berkat bantuan dari BMW Motorrad Indonesia. Saya akan berusaha dengan sebaik-baiknya dan semoga diberikan hasil yang terbaik dan bisa membanggakan nama Indonesia"

Adrian akan berlaga dalam 4 putaran, dimulai dari Jepang pada 28-30 Juni 2019, kemudian di Zhuhai International Circuit, China pada tanggal 9-11 Agustus 2019. Seri berikutnya adalah di Sepang International Circuit, Malaysia pada tanggal 19-22 September dan terakhir di Chang International Circuit, Thailand di tanggal 29 November – 1 Desember 2019

Kejuaraan Asian Superbike 1000cc sendiri baru dipertandingkan oleh FIM Asia Road Racing Championship pada tahun 2019 ini dan merupakan kelas tertinggi atau kelas utama dalam Kejuaraan ARRC. Di tahun pertamanya, kejuaraan ini akan diikuti oleh 5 merek motor superbike yang juga telah lolos homologasi World Superbike, dan salah satunya adalah BMW S1000RR. Selain itu kejuaraan ini akan diikuti oleh pebalap-pebalap dari Malaysia, Philipina, Thailand, Australia, Jepang, Swiss dan juga Indonesia.

Laporan : Realese
Edit : Andy Qiting



Artikel ini telah tayang sebelumnya di otonymous.com dengan judul "Ali Adrian Didukung Penuh Pertamina Enduro di Kejuaraan Dunia Superbike 1000cc"

Usia 100 tahun, Dave Bartholomew, sang terompetis legendaris tutup usia

No comments
usia-100-tahun-dave-bartholomew-sang-terompetis-legendaris-tutup-usia
Musician Dave Bartholomew on stage at New Orleans Jazz Festival, May 1994. (Photo)

Dave Bartholomew;
terompetis legendaris dikabarkan meninggal dunia pada usianya yang sudah 100 tahun pada Senin (24/6).

Dilansir dari Rolling Stone, Bartholomew, yang namanya berkibar pada era 1950-an ini, meninggal di sebuah rumah sakit di kawasan New Orleans. Ini dikonfirmasi langsung oleh putranya, Dave Bartholomew Jr.

Menurut Bartholomew Jr., ayahnya meninggal karena kondisi yang sudah sangat lemah di usianya yang sudah tua.

"Tubuhnya tidak kuat lagi, dia berusia 100 tahun enam bulan, ini memang sudah saatnya," kata Bartholomew Jr.

usia-100-tahun-dave-bartholomew-sang-terompetis-legendaris-tutup-usia
Dave Bartholomew - Wikipedia

Di era saat ini, nama Bartholomew mungkin sudah tidak terdengar sama sekali. Namun, pada masa kejayaannya, Bartholomew merupakan nama yang besar. Kontribusinya terhadap dunia musik, terutama blues, soul dan jazz, menjadi salah satu pelopor meroketnya musik rock yang muncul pada awal tahun 60-an.

Bartholomew telah bekerja dengan banyak musisi hebat. Salah satu nama besar yang berkolaborasi dengannya ialah pianis Fats Domino.

Bersama dengan Domino, Bartholomew, yang juga seorang produser dan komposer lagu, menciptakan banyak karya yang nantinya akan diingat pada tahun-tahun berikutnya. “Ain’t That a Shame” salah satu karyanya yang paling terkenal, yang kemudian banyak dibawakan ulang oleh nama-nama besar dunia musik seperti Paul McCartney, John Lennon, Cheap Trick dan masih banyak lagi.

(*)

Berita terbaru, Berita musik terbaru, Berita musik Indonesia, Musik Indonesia, Berita terkini, Berita Hari ini


Kolaborasi bareng Lintang Larasati, Dunianudia rilis "Senandika Tanpa Khotbah"

No comments
kolaborasi-bareng-lintang-larasati-dunianudia-rilis-single-senandika-tanpa-khotbah
Doc. Dunianudia

Dunianudia;

“Lakukan sesuatu” seperti kata Mark Manson dalam bukunya “The Subtle Art of Not Giving a F*ck”. Tertulis juga dalam buku tersebut, pengarang Tim Ferris pernah bertanya kepada seorang novelis yg pernah menulis lebih dari 70 novel. Bagaimana cara tetap menginspirasi dan selalu konsisten? Dia menjawab "200 kata yang kacau parah setiap hari".

Nah "Lakukan sesuatu" menjadi kunci mengapa Nudia Muntaza menulis lagu ini. Single “Senandika Tanpa Khotbah” ditulis Nudia Muntaza ketika sedang dalam kondisi yang tidak menentu, ngga tahu harus kemana atau ngapain lagi, bahkan jika kematian menjadi hal yg akan terjadi selanjutnya pun rasa-rasa bukan jadi masalah.

“Senandika Tanpa Khotbah” pada awalnya memang lagu yang ditujukan untuk memotivasi diri sendiri. Bahwasanya setelah direnungkan ternyata setiap individu diciptakan dengan tidak sia-sia. Bahkan ketika mendapati kegagalan, selain dari situ bisa belajar menjadi mahir, hal tersebut mungkin bisa kita share kepada orang lain sebagai pembelajaran.

“Jangan menyerah pada dunia,” penggalan di salah satu lirik lagu bisa diartikan seperti, tetaplah lakukan sesuatu dan percayalah bahwa kamu sedang ditunggu. Ditunggu siapa? Siapapun itu, yang mana mungkin dia bisa belajar darimu,” Nudia Muntaza mengungkapkan cerita dibalik lagu “Senandika Tanpa Khotbah”.

Sedikit berbeda dari karya-karya sebelumnya karena single kali ini sedikit mempunyai suasana pop-punk. Dunianudia juga meminta bantuan kepada Lintang Larasati (More on Mumbles/Robbrs) untuk mengisi beberapa part di vokal. Sedangkan pada isian instrumen Dunianudia mengajak Rizky Arifin (Drum), Budi Wicaksono & Rarya Laksito (Bass), Elmo Ramadhan (Synth), dan Rialdy Pradana (Gitar). Adapun lagu ini di-mixing dan mastering di Sodapop records.

Dunianudia juga bekerja sama dengan Jafolirupahe sebagai pembuat video official “Senandika Tanpa Khotbah”. Video yang hanya ditangkap melalui kamera smartphones ini bisa dinikmati di Youtube Channel Dunianudia pada tanggal 19 Juni 2019. Selain itu lagu ini juga bisa didengarkan di beberapa kanal digital, seperti Spotify, Joox, iTunes dan sebagainya.



More information:
Youtube: Dunianudia Channel
Spotify: Dunianudia ft Lintang Larasati - Senandika Tanpa Khotbah
iTunes: Dunianudia ft Lintang Larasati - Senandika Tanpa Khotbah
Joox: Dunianudia ft Lintang Larasati - Senandika Tanpa Khotbah
Soundcloud: Dunianudia ft Lintang Larasati - Senandika Tanpa Khotbah
Twitter: dunianudia
Instagram: dunianudia




Terbang ke Jepang! Moment perdana Ping Pong Club di ranah Internasional

No comments
terbang-ke-jepang-moment-perdana-ping-pong-club-di-ranah-internasional
Ping Pong Club

Ping Pong Club;
merilis single ‘Skylight’ pada di bulan Agustus 2018 lalu. Single yang menarik perhatian publik kepada unit indie pop-electro pop asal Bandung ini pun tak lama kemudian dirilis secara eksklusif di Jepang pada tahun yang sama. Hal ini menjadi pintu pembuka bagi Ping Pong Club untuk menarik perhatian penikmat musik di negeri sakura.

Bulan Juni ini akan menjadi moment dimana Ping Pong Club dapat memasarkan lebih luas lagi karya-karya mereka di Jepang, karena mereka mendapat kesempatan untuk menyapa dan membawakan secara langsung musik-musik Ping Pong Club disana.
terbang-ke-jepang-moment-perdana-ping-pong-club-di-ranah-internasional
Artwork Gigs Jepang \ Ping Pong Club
Mendapatkan kesempatan untuk mengisi 2 (dua) titik gigs di negara sakura tersebut menjadikan permulaan perjalanan panggung internasional Ping Pong Club. Tepatnya berlokasi pada Annie’s CafĂ© ( 23 Juni ) dan Negaposi ( 25 Juni ) di Kyoto.

Penampilan perdana ini juga akan diisi dengan kolaborasi dengan musisi lokal negeri Sakura, hal ini juga membuka kesempatan untuk berinteraksi lebih langsung dengan para pelaku musik di Jepang.

Bagi pendengar Ping Pong Club yang sedang berada di Jepang dapat mengakses informasi lebih lanjut mengenai gigs tersebut melalui akun media sosial Ping Pong Club.

More information:
Website: www.pingpongclubtheband.com
Facebook: pingpongclubtheband
Instagram: pingpongclubtheband
Bandcamp: pingpongclubtheband.bandcamp.com
Twitter: pingpongclub_


"Bukti" video klip terbaru dari Captivate

No comments
Bukti video klip terbaru dari Captivate
www.instagram.com/captivate_id/

Captivate;
Sempat menyisakan Ray pada vokal, ditinggalkan semua personelnya tidak berarti bahwa itu adalah jalan terakhir bagi Captivate, band dari Bandung ini untuk terus bertahan dan menciptakan karya.

Pada awal 2018, Ray dipersatukan kembali dengan personil baru. Meskipun relatif singkat, hubungan emosional antara personel yang lugas terjalin dengan seiring waktu karena para personel baru sudah mengenal Ray sejak lama.

Ini dibuktikan dengan dirilisnya video klip dari single "Bukti" pada 20 Mei lalu melalui saluran YouTube bernama Yeah Musik, label independen yang menaungi Captivate sejak merilis mini album Breath pada 2018.

Video klip "Bukti" sendiri adalah single kedua setelah single "Pasti Bisa dan Kita Selamanya" yang secara resmi didistribusikan terlebih dahulu. Lagu "Bukti" bercerita tentang kecemasan yang dialami oleh semua orang, bagaimana seorang individu dipandang sebelah mata, dipinggirkan, diremehkan, diabaikan - tidak dianggap karena kekurangan yang ia miliki. Berada di posisi bawah menjadi acuan bagi Ray untuk menulis lirik yang ia harap mampu memberikan secercah motivasi, pemecut positif bagi orang-orang yang merasa diabaikan dalam hidup mereka, dianggap tidak mampu melakukan hal-hal tertentu.

Lirik lagu "Bukti" berisi undangan untuk terus berjuang dan terus berusaha. Cobaan dan diskriminasi digunakan sebagai motivasi untuk terus melakukan apa yang baik untuk diri kita sendiri dan di sekitar kita. Lakukan hal-hal positif untuk diri sendiri, dan abaikan semua cemoohan negatif dari lingkungan sekitar, sebagai bentuk sebuah pembuktian.

Dalam pembuatan video klip "Bukti", Captivate tidak sendirian. Mereka mengundang seorang rekan bernama Fauzan yang notabene adalah orang lama dan sudah cukup lama makan asam garam di dunia sinematografi yang juga menggarap beberapa klip video milik Rocket Rockers dan Revenge The Fate.

Demi memaksimalkan "Bukti", materi musik semakin bernuansa donasi suara (rap dan scream) di beberapa bagian lagu oleh Yas Budaya dari band emo dari Bandung, Alone At Last.



*



Sempat menjadi kontroversi, RUU Permusikan akhirnya dicabut! dari Prolegnas DPR RI

No comments
Sempat menjadi kontroversi, RUU Permusikan akhirnya dicabut! dari Prolegnas DPR RI
ANTARA FOTO/ MOCH ASIM - Jaringan lintas komunitas yang tergabung dalam Suara Merdeka membentangkan tulisan saat berunjuk rasa di Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/2/2019)

Jakarta - RUU Permusikan atau Rancangan Undang-Undang, yang sempat menjadi kontroversi pada waktu lalu, akhirnya secara resmi dicabut dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas DPR RI tahun ini pada 17 Juni lalu, melalui Badan Legislasi (Baleg) bersama Kemenkumham.

RUU Permusikan, yang sempat ramai diperbincangkan sejak awal tahun ini. Menyebabkan para musisi berteriak dan menyerukan agar RUU tersebut dibatalkan, karena berisi pasal karet yang akan membelenggu para musisi.

Bahkan, para musisi sempat terbagi menjadi tiga kubu: mereka yang pro-RUU, menolak RUU dan setuju agar RUU direvisi. Anang Hermansyah selaku Komisi X DPR RI yang mengusung RUU itu, diserang kritikan dari para musisi, lantaran ia duduk di kursi parlemen tetapi tidak memperjuangkan musisi.

Pasal yang dipermasalahkan di antaranya soal membelenggu ekspresi, mengancam pertunjukan musik independen serta uji kompetensi. Setidaknya ada enam pasal yang menjadi masalah hingga akhirnya Anang dan timnya mencabut RUU tersebut.

Meskipun begitu, RUU Permusikan ini tidak lantas segera dikeluarkan.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Supratman Andi Atgas, Ketua Baleg DPR RI mengatakan bahwa mencabut RUU tersebut harus melalui evaluasi rapat kerja.

"Karena Prolegnas itu ditentukan oleh tiga lembaga yaitu pemerintah, dalam hal ini Menkum HAM, DPR, dan DPD," katanya.

Dia melanjutkan, dari surat pencabutan yang diajukan oleh Anang akan dilakukan evaluasi rapat kerja Prolegnas. "Baru setelah resmi baru kita keluarkan dari Prolegnas," kata Supratman.

Setelah itu, proses pengesahannya tetap ada pada rapat paripurna.

(*)

Musik video terbaru dari Jeans Roek ft Nadya Sumarsono & Aguys berjudul Bersamaku

No comments
music video Jean Roek
Video Klip Jeans Roek ft Nadya Sumarsono, Aguys - Bersamaku


Jeans Roek;
Setelah merilis album ke-3 mereka pada bulan November yang lalu, Jeans Roek merilis single terbaru mereka dari album ke-4 mereka yang berjudul "Bersamaku". Lagu kontroversial dari Dayen Morrison (vocals & guitar the Densmore) yang percaya pada materi tersebut harus dikerjakan kembali oleh Jeans Roek melalui mimpinya entah bagaimanapun caranya.

Lagu ini mengajarkan cara menikmati dan menjalani hidup dengan gaya ala rock n roll yang acuh tak acuh atau bodo amat, terasa sangat menyenangkan dan mengacu pada semangat hidup sehingga kita tidak mengeluh dan menyerah dalam menghadapi banyak masalah kehidupan yang menghampiri kita.

Dalam lagu ini, Jeans Roek mencoba berkolaborasi dengan Nadya Sumarsono (vocals) dan Aguys (piano), yang akhirnya dapat menghasilkan warna baru, lebih mewah dan megah dari materi Jeans Roek sebelumnya.

"Ya awalnya sih iseng aja ngajak nadya sama aguys buat kolaborasi di materi ini, soalnya kan dari genre aja kita ini berbeda jauh sama mereka. Dan setelah kita coba ajak dan kasih denger materinya, mereka malah tertarik hahahaha," kata Koran, sang vokalis & gitar Jeans Rock.

Nadya sendiri memiliki vokal dasar dengan genre RnB sementara Aguys lebih menguasai permainan blues, tetapi setelah semuanya dikombinasikan dengan ritme dan konsep musik Jeans Roek, akhirnya bisa menjadi solid dan menghasilkan warna-warna baru yang indah.

Materi tersebut juga akan hadir di album 3 & 4 Jeans Roek yang akan dirilis bersamaan dengan lagu terbaru lainnya yang masih dalam tahap mixing dan mastering.




Latest News

Loading...